Nama : Silva Diana Putri
NIM : 21031143
Prodi : Administrasi Bisnis A
Tugas Kelompok 1
1. Bagaimana proses perkembangan bahasa melayu ke Bahasa Indonesia? Jelaskan!
2. Siapa yang pertama kali mempopulerkan bahasa Indonesia?
3. Apa yang melatar belakangi bahasa melayu ke bahasa Indonesia?
4. Mengapa bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi, dan bukan bahasa melayu?
5. Siapa pelopor terkemuka terkait dengan Pembinaan bahasa dan budaya pada abad ke-19?
Jawaban
1. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.
Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia sesuai isi Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.
2. Bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Mohammad Tabrani Soerjowitjitro
3. Bahasa Indonesia secara historis merupakan varian bahasa melayu yang kini juga digunakan di wilayah yang luas meliputi Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, bagian selatan Thailand, bagian selatan Filipina, dan beberapa tempat di Afrika Selatan.
Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa persatuan di Indonesia pada 28 Oktober 1928 dalam peristiwa yang disebut Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, bahasa melayu yang digunakan di wilayah Indonesia sekarang mulai dinamai Bahasa Indonesia. Namun, secara resmi penyebutan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia baru muncul pada 18 Agustus 1945 ketika konstitusi Indonesia diresmikan.
4. Sebagai bahasa nasional, fungsi bahasa Indonesia di antaranya adalah untuk mempererat hubungan antar suku di Indonesia. Fungsi ini sebelumnya sudah ditegaskan di dalam butir ketiga ikrar Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
5. Perkembangannya dipelopori oleh Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, Sementara di Hindia-Belanda atau Indonesia oleh Raja Ali Haji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar