Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Mahasiswa di Indonesia
Silva Diana Putri Mahasiswa Institut Manajemen Wiyata Indonesia
Pandemi covid-19 menjadi kendala bagi semua kalangan di dunia dan ini juga merupakan krisis kesehatan bagi manusia. Dalam dunia pendidikan, pandemi covid-19 juga memberikan dampak yang luar biasa. Banyak sekolah di dunia ditutup untuk menghentikan penyebaran covid-19, berdasarkan laporan oleh ABC news pada tanggal 7 Maret 2020, puluhan negara menutup sekolah demi mencegah penyevaran virus. Seridaknya 290,5 juta peserta didik di seluruh dunia menjadi terganggu aktivitas belajarnya karena sekolah ditutup.
Indonesia yang menjadi negara kedua tertinggi penyebaran covid 19 dengan lonjakan di atas 1000. Indoensia menduduki posisi 31 dari 40 negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia. (tribunnews,14-15 juni 2020). Berdsarkan data tersebut, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam keadaan kritis kesehatan sehingga erlu adanya solusi yang tepat untuk menghentikan penyebaran covid-19 sehingga kegiatan dapat berjalan dengan normal kembali terutama bagi dunia pendidikan.
Dampak covid-19 terhadap dunia pendidikan sangat besar dan dirasakan oleh berbagai pihak terutama guru, kepala sekolah, peserta didik dan orang tua. Akibat penyebaran covid-19 yang tinggi di Indoensia, universitas dan perguruan tinggi lainnya ditutup tidak terkecuali sekolah dasar. Dengan dilakukannya penutupan sekolah, maka pemerintah mengambil langkah agar proses pembelajaran tidak tertinggal dan peserta didik tetap menerima hak untuk mendapatkan ilmu. Maka dari itu keputusan pemerintah selanjutnya yaitu proses pembelajaran tetap berlangsung tapi tidak dengan tatp muka melainkan dengan online. Banyak organisasi menggunakan metode penyampaian untuk pelatihan pegawai dengan pembelajaran Online (Simmons 2002).
Kuliah daring memiliki berbagai berdampak pada kemampuan mahasiawa. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui bagaimana dampak kuliah daring terhadap kemampuan mahasiswa baik menurun ataupun meningkat yang kembali pada bagaimana pola belajar yang diterapkan pada masing-masing pribadi. ”Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu” (Mudyahharjo, 2001:3) dari defisini tersebut terpampang jelas bahwa pendidikan sangat penting bagi kehidupan, hal ini mengapa siswa dan mahasiswa harus terus melaksakan pendidikan walau dalam keadaan apapun termasuk pandemi seperti sekarang ini, siswa terutama para mahasiswa harus tetap melaksanakan pembelajaran yang dilakukan secara online atau daring meskipun tidak dilakukan tatap muka secara langsung.
Kuliah daring merupakan sebuah sistem perkuliahan yang medianya memanfaatkan akses internet sebagai sarana untuk melaksanakan pembelajaran. Sistem perkuliahan daring tidak hanya di berlakukan di negara Indonesia saja namun banyak diberlakukan di negara lain, hal ini dilakukan demi mengurangi penyebaran virus corona yang sekarang sedang dialami hampir oleh seluruh negara di dunia. Media yang digunakan dalam perkuliahan daring ini ada berbagai macam jenisnya, ada yang dalam bentuk e-learning dan ada juga yang dalam bentuk aplikasi untuk bertatap muka secara online, misalnya seperti zoom, google meet dan media lainnya, tentu media-media ini sangat membantu dan menunjang di dalam pelaksaan kuliah daring.
Dalam hal ini tentu ada saja kendela yang terjadi saat pelaksanaan proses pembelajaran secara daring seperti pernyataan di dalam buku “Menulis di Kala Badai Covid-19” yang berkata “Bukan soal jaringan saja yang mengendala, keperlukan kuota menjadikan pengeluaran membengkak. ”(Abbas, E. W., & Erlyani, N. 2020) pernyataan tersebut sangat benar, terutama bagi mahasiswa yang berada di wilayah yang jaringan Internetnya kurang memadai yang kemudian mengahambat di dalam proses pembelajaran yang membuat mahasiswa dapat tertinngal materi yang dijelaskan oleh pengajar atau dosen, dan juga mahasiswa kendala ini terjadi pada mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dimana mahasiswa tersebut memiliki kesulitan dalam membeli kuota internet karena terbatasnya keadaan ekonomi sehingga menyulitkan dalam membeli kuota. Kuliah daring memiliki berbagai dampak pada kemampuan mahasiswa yang membuat kemampuan siswa lebih meningkat atau bahkan menurun, mahasiswa yang lebih menyenangi metode belajar secara mandiri akan merasa lebih nyaman dan lebih mudah memahami dengan sistem belajar daring, namun kebalikannya mahasiswa yang lebih menyenangi sistem belajar dengan berkumpul bersama orang banyak dalam satu ruangan akan merasa kesulitan dalam proses belajar menggunakan sistem daring, dan mahasiswa yang terbiasa memahami seuah penjelasan materi secara langsung/offline akan merasa kesusahan dalam memahami suatu penjelasan.
REFERENSI
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengaruh+Pandemi+Covid-19+Terhadap+Pendidikan+di+Indonesia&btnG=#d=gs_qabs&t=1665840348123&u=%23p%3DwStOlXZg_A4J
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengaruh+Pandemi+Covid-19+Terhadap+Pendidikan+di+Indonesia&btnG=#d=gs_qabs&t=1665839568176&u=%23p%3DM0SpDFLHI94J
Aji, R. H. S. (2020). Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses Pembelajaran. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i.(7), 5, 395-402.
Amini, M., Mayangsari, M. D., & Zwagery, R. V. (2020). Hubungan antara Kemandirian Belajar dengan Komitmen Tugas pada Mahasiswa Program Studi Psikologi. Jurnal Kognisia: Jurnal Mahasiswa Psikologi Online, 2(2), 149-152.