Jumat, 12 November 2021

Tugas Dari Materi Kelompok 5 Kalimat

Nama : Silva Diana Putri (21031143)

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 5


1. Jelaskan bagaimana sebuah pernyataan dapat disebut sebagai kalimat?

2. Jika sebuah pernyataan tidak mengandung predikat, apakah bisa disebut kalimat? Jelaskan!

3. Kalimat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat inversi dan kalimat permutasi. Buatlah masing-masing satu contoh kalimat dari jenis-jenis kalimat tersebut!

4. Salah satu syarat kalimat efektif yaitu harus gramatikal. Apa yang dimaksud gramatikal disini? Jelaskan!

5. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang terkait dengan gramatikal!


Jawab

1. Sebuah pernyataan (lisan atau tulis) dapat dikategorikan sebagai kalimat bila memiliki dua persyaratan pokok. Persyaratan pokok tersebut adalah unsur predikat dan permutasi atau perubahan urutan unsur kalimat. Setiap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat. Dengan kata lain, jika suatu pernyataan memiliki predikat, pernyataan itu merupakan kalimat.

2. Jika suatu pernyataan yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Predikat suatu kalimat dapat diidentifikasi dengan cara mengamati, misalnya, unsur verba dalam suatu untaian kata.

3. Contoh kalimat tunggal : Separuh pesisir Pulau Bangka rusak

Contoh kalimat majemuk : Candi Gedong Songo memiliki sembilan kelompok candi, tetapi sebagian kelompok candi itu sudah hilang.

Contoh kalimat lengkap : Ibu akan memasak mi goreng untuk makan malam

Contoh kalimat tidak lengkap : Kapan berangkat?

Contoh kalimat inversi : Ada kebenaran dalam setiap pernyataan saksi

Contoh kalimat permutasi : Menjual air mineral anak itu. → Anak itu menjual air mineral

4. Kalimat gramatikal berarti kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tata bahasa: kaidah pembentukan bunyi/ortografis, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, dan kaidah penulisan paragraf.

5. (1) Kalimat harus mempunyai subjek dan predikat

Kalimat harus mengandung subjek dan pedikat. Gagasan suatu kalimat hanya bisa dipahami dengan jelas bila tersusun atas unsur subjek dan predikat. Akan tetapi, ketentuan tersebut dapat dilanggar dalam menulis novel, komik, dongeng, dan tulisan berjenis narasi atau deskripsi.

(2) Subjek tidak boleh didahului oleh kata depan

Agar kalimat yang dihasilkan efektif, unsur subjek tidak boleh didahului oleh kata depan. Yang termasuk kata depan, antara lain, adalah di, ke, dari, pada, kepada, dengan, bagi.

(3) Predikat dan objek tidak diselipi kata kain

Kehadiran unsur objek dan pelengkap ditentukan oleh predikat. Bila predikat diisi oleh verba transitif (verba berawalan meng- (dengan berbagai alomorfnya), me-kan, memper-, memperkan- , memper-i), kehadiran objek menjadi wajib. Karena objek menjadi wajib, antara predikat dan objek tidak boleh diselipi oleh kata lain. Objek harus selalu berada di sebelah kanan predikat.

(4) Tidak terdapat subjek ganda pada kalimat tunggal

Agar kalimat dapat dipahami dengan baik oleh pembaca, kalimat tunggal tidak boleh mengandung dua subjek.

(5) Keterangan tambahan terletak di sebelah kanan unsur yang diterangkan

Keterangan tambahan harus terletak langsung di sebelah kanan unsur yang diterangkan.

(6) Predikat tidak boleh didahului oleh yang

Di depan predikat tidak boleh diberi kata yang karena unsur kalimat ini bukan predikat, melainkan keterangan subjek.

(7) Penggunaan konjungsi antarkalimat secara tepat

Konjungsi antrakalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan dua kalimat yang berbeda agar kedua kalimat itu memiliki keterkaitan. Yang termasuk konjungsi antarkalimat adalah dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, karenanya, setelah itu, sebelum itu, akan tetapi, namun, sementara itu, kendati demikian.

(8) Penggunaan konjungsi intrakalimat pada kalimat majemuk secara tepat

Setiap kalimat majemuk, baik kalimat majemuk bertingkat maupun kalimat majemuk setara harus memiliki konjungsi. Dalam struktur majemuk bertingkat, klausa bawahan selalu dilekati oleh konjungsi. Penggunaan koma dilakukan apabila klausa bawahan mendahului klausa utama. Ketiadaan konjungsi kadang berpotensi menghadirkan multitafsir karena pada dasarnya konjungsi hadir untuk menunjukkan relasi makna antarklausa.

Kamis, 04 November 2021

Tugas Dari Materi Kelompok 4 Kata, Istilah, dan Diksi

Nama : Silva Diana Putri (21031143) 

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 4


1. Sebutkan perbedaan antara kata dan istilah

2. Sebutkan urutan prioritas sumber pengambilan istilah kedalam bahasa Indonesia! 

3. Syarat apa sajakah yang harus dipenuhi dalam memilih kosakata bahasa asing untuk dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia? 

4. Sebutkan bahasa mana sajakah yang saat ini masih mungkin memberi masukan kosakatanya kedalam bahasa Indonesia! Jelaskan mengapa demikian

5. Apa yang dimaksudkan dengan keutuhan kata! 


Jawaban

1. Secara umum, menurut sudut pandang fonologi, kata dapat dirumuskan sebagai bentuk lingual yang memiliki urutan fonem yang tetap. Urutan tetap di sini dimaknai ‘tidak berubah’. Artinya, fonem-fonem yang menjadi unsur pembentuk kata itu tidak dapat diubah urutannya, baik melalui pengubahan posisi setiap atau sebagian fonem dalam kata maupun dengan penambahan, pengurangan, dan penyisipan satu fonem pada kata tersebut.

Sedangkan istilah dapat diartikan sebagai kata atau gabungan kata yang memiliki makna khusus, dan penggunaannya terbatas pada ranah kegiatan atau bidang keilmuan tertentu. Dari segi makna, istilah itu sifatnya monosemantis. Artinya, dia hanya memiliki satu makna, tidak ganda atau polisemi.

2. - Bahasa Indonesia/Melayu,

    - Bahasa-bahasa daerah serumpun, dan

    - Bahasa asing

3. (1)  Kata yang dipilih adalah yang memberi kemudahan dalam pengalihan antarbahasa

(3) Kata yang dipilih adalah yang lebih cocok daripada sinonimnya dalam bahasa 

(4) Kata asing yang dipilih adalah yang lebih ringkas daripada istilahnya dalam bahasa 

Indonesia

(5) Kata asing itu memudahkan kesepakatan untuk diterima karena banyaknya istilah bahasa Indonesianya untuk konsep yang sama.

4. • Bahasa Arab, dari ketiga bahasa tersebut, adalah yang terbanyak memberikan masukan kosakata. Hal ini terkait dengan kehadiran kitab suci berbahasa Arab yang sering dibaca di kalangan pemeluk agama Islam.

• Bahasa Inggris tercatat sebagai bahasa yang hingga kini masih memberikan masukan berupa kosakata ke dalam bahasa Indonesia. Keberlanjutan demikian tampak terjaga karena kehadiran bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan bahasa yang digunakan dalam banyak literatur ilmu pengetahuan dan teknologi.

• Kehadiran warga Cina yang banyak bergerak di bidang perdagangan di Indonesia membuat sebagian kosakata bahasa Cina tersebut dikenal dan digunakan dalam komunikasi berbahasa Indonesia.

• Adapun dari bahasa Italia, yang banyak masuk ke dalam bahasa Indonesia adalah kosakata yang bertalian dengan dunia seni, seperti musik. Di samping itu terdapat juga, dalam jumlah terbatas, kosakata umum. 

5. Keutuhan kata adalah suatu kata yang memiliki ejaan dan bahasa yang tepat tidak di kurangi atau mengalami perubahan. Seperti ungkapan idiomatik. Konstruksi ungkapan idiomatik yang terdiri dari lebih dari sebuah kata, penghilangan atau penggantian unsur tidak dapat dilakukan terhadapnya. Bentuk ungkapan idiomatik merupakan kesatuan utuh dari unsur-unsurnya, berupa kata. Jika salah satunya diganti atau dihilangkan akan berakibat pada rusaknya keutuhan ungkapan idiomatik itu. Hal demikian membuat tidak dapat dibenarkannya penghilangan atau pengurangan unsur konstruksi ungkapan idiomatik, walau dengan alasan demi penghematan penggunaan kata. Konstruksi ungkapan idiomatik merupakan rangkaian sejumlah kata (bisa dua, tiga, …). Keutuhan konstruksi, yang terdiri dari sejumlah kata tersebut, menunjukkan sekaligus akan baiknya kemapuan memilih bentuk ungkapan yang akan digunakan (diksi) dalam berkomunikasi.


Review Perilaku Organisasi - Silva Diana Putri

  Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan Silva Diana Putri (21031143) Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata...