Minggu, 27 November 2022

Review Perilaku Organisasi - Silva Diana Putri

 

Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan

Silva Diana Putri (21031143)

Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata Indonesia

 

 

Pengertian Persepsi

            Persepsi adalah proses di mana kita mengatur dan menafsirkan kesan sensorik untuk memberi makna pada lingkungan kita. Apa yang kita rasakan dapat berbeda secara substansial dari realitas objektif. Misalnya, semua karyawan di sebuah perusahaan mungkin memandangnya sebagai tempat yang bagus untuk bekerja—kondisi kerja yang menguntungkan, penugasan pekerjaan yang menarik, gaji yang baik, tunjangan yang sangat baik, pengertian dan manajemen yang bertanggung jawab. Mengapa persepsi penting dalam studi Organizational Behavior (OB)? Hal ini penting karena perilaku orang didasarkan pada persepsi mereka tentang apa itu realitas, bukan pada realitas itu sendiri. Untuk memahami kesamaan kita semua dalam interpretasi kita tentang realitas, kita perlu mulai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi kita.

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi 

Banyak faktor yang membentuk dan terkadang mendistorsi persepsi. Faktor-faktor ini dapat berada dalam persepsi, objek atau target yang dirasakan, atau situasi di mana persepsi dibuat.

1. Faktor-faktor dalam pencerap

·        • Sikap                                             

·        • Motif

·        • Minat

·        • Pengalaman

·        • Harapan

2. Faktor dalam situasi

·        • Waktu

·        • Latar belakang

·        • Pengaturan kerja

3. Faktor dalam target

·        • Kebaruan

·        • Gerakan

·        • Suara

·        • Ukuran

·        • Latar belakang

·        • Kedekatan

·        • Kesamaan

 

Persepsi Orang: Membuat Penilaian tentang Orang Lain

Teori atribusi

       Persepsi dan penilaian kita tentang tindakan seseorang dipengaruhi oleh asumsi yang kita buat tentang keadaan pikiran orang itu. Teori atribusi mencoba menjelaskan cara kita menilai orang secara berbeda bergantung pada makna yang kita kaitkan dengan suatu perilaku. Misalnya, pertimbangkan apa yang Anda pikirkan ketika orang tersenyum kepada Anda. Apakah menurut Anda mereka kooperatif, eksploitatif, atau kompetitif? Kami memberikan makna pada senyuman dan ekspresi lainnya dalam banyak cara. Teori atribusi juga mencoba menjelaskan apa yang kita lakukan sebagai akibat dari atribusi kita. Sebagai contoh, penelitian terbaru menunjukkan bahwa supervisor lebih mungkin untuk mengeksploitasi atau memperlakukan bawahan dengan buruk (misalnya, membuat mereka bekerja lembur, memberi mereka tugas yang membosankan) jika mereka menilai mereka sebagai "bersemangat" tentang pekerjaan mereka. Teori atribusi menunjukkan bahwa ketika kita mengamati perilaku individu, kita mencoba untuk menentukan apakah itu disebabkan secara internal atau eksternal. Penentuan itu sangat bergantung pada tiga faktor: (1) kekhasan, (2) konsensus, dan (3) konsistensi.

 

Jalan Pintas Umum dalam Menilai Orang Lain

Persepsi Selektif

       Setiap karakteristik yang membuat seseorang, objek, atau peristiwa menonjol akan meningkatkan kemungkinan kita akan melihatnya. Mengapa? Karena tidak mungkin bagi kita untuk mengasimilasi semua yang kita lihat; kita hanya dapat menerima rangsangan tertentu. Dengan demikian, Anda lebih cenderung melihat mobil seperti milik Anda, dan bos Anda mungkin menegur beberapa orang dan bukan orang lain yang melakukan hal yang sama. Karena kita tidak dapat mengamati segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita menggunakan persepsi selektif. Tetapi kami tidak memilih secara acak: Kami membuat pilihan berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap kami. Melihat apa yang ingin kita lihat, terkadang kita menarik kesimpulan yang tidak beralasan dari situasi yang ambigu.

 

Pengaruh pada Pengambilan Keputusan

Individu Perbedaan

Kepribadian Penelitian menunjukkan bahwa kepribadian mempengaruhi keputusan kita. Mari kita lihat kesadaran dan harga diri. Orang dengan harga diri yang tinggi (persepsi umum bahwa cukup baik) sangat termotivasi untuk mempertahankannya, sehingga mereka menggunakan bias melayani diri sendiri untuk mempertahankannya. Mereka menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka sambil mengambil pujian atas keberhasilan

Gender Siapa yang membuat keputusan lebih baik, pria atau wanita? Itu tergantung pada situasi. Ketika situasinya tidak membuat stres, pengambilan keputusan oleh pria dan wanita memiliki kualitas yang hampir sama. Dalam situasi stres, tampak bahwa pria menjadi lebih egosentris dan membuat keputusan yang lebih berisiko, sementara wanita menjadi lebih berempati dan pengambilan keputusan mereka meningkat.

Kemampuan Mental Kita tahu orang-orang dengan tingkat kemampuan mental yang lebih tinggi dapat memproses informasi lebih cepat, memecahkan masalah lebih akurat, dan belajar lebih cepat, sehingga Anda mungkin berharap mereka tidak terlalu rentan terhadap kesalahan keputusan umum. Namun, kemampuan mental tampaknya membantu orang menghindari hanya beberapa dari mereka.

Perbedaan Budaya Model rasional tidak mengakui perbedaan budaya, juga sebagian besar literatur penelitian OB tentang pengambilan keputusan. Budaya berbeda dalam orientasi waktu, nilai yang mereka tempatkan pada rasionalitas, kepercayaan mereka pada kemampuan orang untuk memecahkan masalah, dan preferensi mereka untuk pengambilan keputusan kolektif.

Selasa, 22 November 2022

Review Manajemen Keuangan - Silva Diana Putri

 PENGGUNAAN DAN JENIS INFORMASI KEUANGAN

Silva Diana Putri (21031143)

Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata Indonesia



A. Penggunaan dan Jenis Informasi Keuangan

Informasi keuangan adalah informasi mengenai aktivitas suatu entitas yang dinyatakan secara nilai moneter. Menurut Kerangka Konseptual Laporan Keuangan, informasi keuangan mencakup posisi keuangan dari suatu entitas yakni sumber daya ekonomi yang dimiliki dan klaim pihak lain atas entitas, serta dampak dari transaksi atau kejadian lainnya yang dapat merubah sumber daya ekonomi atau klaim atas entitas. Suatu entitas menggunakan informasi keuangan erat kaitannya dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yakni:

1. Perencanaan (planning)

       Proses perencanaan membutuhkan informasi keuangan dalam rangka menentukan bagaimana pengimplementasian strategi seharusnya dijalankan dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang dimiliki dan perkiraan dampak dari setiap alternatif yang tersedia.

2. Pengendalian (controlling) dan pengukuran kinerja

      Aktivitas pengendalian dilakukan atas kinerja aktual dengan menilai kesesuaian implementasi dijalankan sesuai perencanaan dan menganalisis deviasi yang terjadi atas perencanaan untuk kemudian dilakukan tindakan perbaikan. Informasi keuangan sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pengendalian tersebut.

3. Pencatatan transaksi

      Pencatatan transaksi dilakukan untuk:

a. Mendokumentasikan transaksi atau kejadian sebagai bukti saat terjadi permasalahan

b. Memenuhi persyaratan secara hukum, seperti tuntutan regulator untuk tujuan audit;

c. Penilaian yang lebih baik atas profitabilitas;

d. Mengetahui efisiensi pemanfaatan sumber daya.

4. Pengambilan keputusan

       Informasi digunakan sebagai basis yang kuat dalam pengambilan keputusan. Termasuk :

a. Menentukan pembelian atau penjualan investasi

b. Penggantian dan penunjukan manajemen

c. Menentukan keamanan suatu bisnis untuk diberikan pinjaman

d. Kemampuan entitas dalam membayar dan memberikan manfaat bagi pegawai.

e. Menentukan distribusi laba dan dividen.

         Informasi yang dimiliki suatu entitas dapat dikelompokan dalam beberapa jenis informasi. Suatu entitas hendaknya mengelola dan menggunakan informasi dengan sebijak mungkin. Suatu entitas perlu mengetahui apakah suatu informasi dapat didiseminasikan kepada seluruh bagian atau bagian tertentu saja yang dapat mengetahui.

Adapun informasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

(a) Informasi perencanaan, yakni membantu dalam proses perencanaan.

(b) Informasi operasional, yakni membantu dalam menjalankan operasional sehari-hari.

(c) Informasi taktis, yakni membantu dalam menghadapi masalah jangka pendek, seperti varians produksi bulanan.

(d) Informasi strategis, yakni mendukung pengambilan keputusan jangka panjang, seperti kapasitas produksi yang tersedia untuk ekspansi.


1. Pengguna Informasi Keuangan

Standar akuntansi mengidentifikasi pengguna informasi keuangan seperti :

Pengguna Kebutuhan atas Informasi Keuangan Untuk Penggauna utama

Pemilik (investor) kini dan potensial Membuat keputusan untuk menjual, membeli atau mempertahankan investasi. Informasi yang dibutuhkan adalah risiko dan imbal hasil investasi, kemampuan entitas memberikan dividen.

Pemberi pinjaman Menilai kemampuan entitas untuk mengembalikan dana dan bunga terkait.

     Informasi keuangan untuk pengguna di atas disajikan dengan asumsi dasar adalah entitas bersifat berkelanjutan (going concern) dan akan terus beroperasi hingga waktu yang tidak dibatasi. Dalam rangka memenuhi harapan pengguna tersebut, informasi keuangan disajikan dalam bentuk:

(a) Laporan posisi keuangan yang menyajikan:

1) Sumber daya ekonomi yang dikendalikan entitas

2) Struktur pembiayaan yang dimiliki entitas, termasuk: kebutuhan pinjaman di masa mendatang, bagaimana laba dan arus kas akan didistribusikan di masa mendatang, kemungkinan entitas memperoleh modal di masa mendatang.

3) Likuiditas

4) Solvabilitas

5) Adaptabilitas, yakni kapasitas untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

(b) Laporan laba rugi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu entitas. Digunakan untuk memprediksi atau menilai:

1) Potensi perubahan sumber daya ekonomi yang dikendalikan entitas.

2) Kapasitas untuk menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada.

3) Efektivitas entitas dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya.

(c) Laporan arus kas yang menunjukan perubahan pada kas terkait aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan selama satu periode tertentu. 


B. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

       Berdasarkan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan berikut karakteristik kualitatif informasi keuangan sehingga dapat mendukung tujuan keberadaan informasi keuangan bagi pengguna.

(a) Karakteristik kualitatif fundamental:

1) Relevansi (relevance), suatu informasi keuangan dianggap relevan jika mampu menjadi pembeda dalam pembuatan keputusan oleh pengguna. Untuk dapat dikatakan relevan, maka informasi keuangan harus memiliki:

- Nilai prediksi (predictive value), dapat digunakan dalam memprediksi hasil di masa mendatang.

- Nilai konfirmasi (confirmatory value), memberikan umpan balik atau konfirmasi atas evaluasi kinerja yang sebelumnya dilakukan.

      Relevansi dipengaruhi oleh kondisi dari hal yang pasti, dan materialitas. Materialitas tergantung terhadap entitas masing-masing yakni jika suatu informasi diabaikan dan salah saji dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh pengguna informasi keuangan.

2) Jujur (Faithful representation), suatu informasi keuangan diakui sebagai jujur jika:

- Lengkap (complete), termasuk menginformasikan deskripsi dan penjelasan.

- Netral (neutral), tidak bias atau tidak memihak siapa pun.

- Bebas dari kesalahan (free from error).

(b) Karakteristik kualitatif peningkat (enhancing characteristics):

1) Dapat dipahami (understandability), laporan keuangan harus jelas dan singkat sehingga mudah dimengerti. Pengguna diasumsikan telah memiliki pengetahuan dasar terkait bisnis dan ekonomi dan berkehendak untuk menggunakan informasi keuangan tersebut. Namun suatu informasi keuangan yang relevan tidak seharusnya dikecualikan dari penyajian walaupun sulit dipahami.

2) Dapat diperbandingkan (comparability), pengukuran dan penyajian dari dampak keuangan suatu transaksi dilakukan secara konsisten baik untuk keseluruhan bisnis, antarwaktu, dan antarbisnis yang berbeda.

3) Dapat diverifikasi (verifiability), yakni pihak lain yang memiliki pengetahuan memadai dapat mencapai konsensus baik menggunakan metode langsung maupun tidak langsung.

4) Tepat waktu (timeliness), yakni memastikan informasi tersedia bagi pengambil keputusan sehingga dapat mempengaruhi keputusan. Secara umum informasi yang lebih tua dianggap kurang berguna dibandingkan informasi yang lebih terbaru.

         Suatu informasi dianggap buruk jika tidak mampu memenuhi kebutuhan pengguna dan tidak memiliki menunjukan karakteristik kualitatif yang disebutkan di atas. Penggunaan informasi yang buruk dapat berdampak pada mengurangi keyakinan terhadap pasar keuangan dan mengakibatkan meningkatnya biaya modal, serta kegagalan dalam memenuhi kepentingan masyarakat secara umum.

Pentingnya informasi keuangan tidak terlepas dari beberapa kelemahan yang dimiliki seperti:

(a) Umumnya informasi keuangan relatif terstandarkan walaupun aktivitas bisnis secara umum sangat beragam sehingga terkadang membatasi kegunaan infonnasi yang disajikan. Selain itu, laporan keuangan biasanya sangat bersifat agregat sehingga sulit untuk mengevaluasi komponen dari bisnis yang lebih kecil.

(b) Laporan keuangan mencakup periode yang sudah berlalu dan secara inheren bersifat historis, sementara banyak pengguna informasi keuangan mendasarkan keputusan terhadap ekspektasi di masa mendatang.

(c) Mengabaikan informasi non-keuangan seperti narasi tentang operasional utama yang dimiliki entitas, diskusi mengenai risiko dan kesempatan yang dimiliki dan kebijakan manajemen.


Jumat, 18 November 2022

Review Marketing Essentials - Silva Diana Putri

 LINGKUNGAN PEMASARAN DALAM PERUSAHAAN

Silva Diana Putri (21031143)

Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata Indonesia


       Lingkungan pemasaran terdiri atas aktor dan kekuatan diluar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan relasi yang sukses dengan para pelanggan sasaran. Pemasar wajib memantau setiap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Dengan begitu, setiap peluang dan tantangan pemasaran dapat teridentifiksi dengan baik dan cepat. Kemudian pemasar mampu merespon secara akurat.

      Lingkungan pemasaran dapat dikelompokkan menjadi lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro merupakan aktor yang dekat dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya dalam melayani para pelanggan. Lingkungan mikro tersebut meliputi:

• Perusahaan. Setiap perusahaan terdiri atas berbagai departemen atau kelompok, seperti manajemen puncak, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia (personalia), riset dan pengembangan, produksi dan operasi, akuntansi, hukum, dan seterusnya.

• Pemasok. Pemasok merupakan pihak yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Ketersediaan dan biaya pasokan amat mempengaruhi kelancaran produksi dan operasi perusahaan.

• Perantara pemasaran. Perantara pemasaran membantu proses mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produk perusahaan kepada konsumen akhir.

• Pelanggan. Pelanggan terdiri atas lima macam: pertama consumer market, ke dua business market, ke tiga reseller market, ke empat government market, dan yang ke lima international market.

• Pesaing. Terdapat tiga cara mengelompokkan tipe pesaing,

Dalam tipologi pertama, pesaing diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu:

1. Semua perusahaan yang menawarkan produk dan jasa serupa kepada pelanggan yang sama pada tingkat harga yang sama.

2. Semua perusahaan yang menghasilkan produk atau kelas produk yang sama.

3. Semua perusahaan yang menghasilkan produk yang memasok layanan yang sama.

4. Semua perusahaan yang bersaing mendapatkan ‘consumer dollars' yang sama.

Dalam tipologi kedua, pesaing bisa diidentifikasi berdasarkan perspektif industri dan sudut pandang pasar.

Dalam tipologi ketiga, pesaing dibedakan menjadi:

1. Direct competitors, yaitu penghasil produk atau jasa yang sama dan dalam sektor yang sama.

2. Indirect competitors, yaitu penghasil produk yang berbeda, namun dalam sektor yang sama.

3. Phantom competitors, yaitu penghasil produk atau jasa dalam sektor yang berbeda.

• Publik. Yang dimaksud dengan publik adalah setiap kelompok yang memiliki kepentingan aktual atau potensial maupun berdampak signifikan terhadap kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya.


     Sedangkan lingkungan makro mencerminkan kekuatan yang lebih besar yang berpengaruh terhadap lingkungan mikro, Kekuatan-kekuatan tersebut terdiri atas:

• Lingkungan demografis. Lingkungan ini berkenaan dengan aspek-aspek kependudukan, seperti jumlah populasi, kepadatan penduduk, lokasi, usia, gender, etnis, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, dan statistik lainnya, Pemasar perlu memantau secara cermat perkembangan dan trend faktor demografis, baik di negara asal maupun di negara lain.

• Lingkungan ekonomi. Lingkungan ini terdiri atas faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola belanja konsumen.

• Lingkungan teknologi. Lingkungan ini mencerminkan faktor-faktor yang menciptakan teknologi baru, produk baru, dan peluang pasar baru. Teknologi mengarah pada terciptanya produk dan jasa baru bagi konsumen menyempurnakan produk yang sudah ada menawarkan layanan pelanggan yang lebih baik, serta menawarkan harga yang lebih murah melalui metode produksi dan distribusi baru yang lebih efisien.

• Lingkungan sosial budaya. Lingkungan ini terdiri atas institusi dan kekuatan lainnya yang mempengaruhi nilai dasar, persepsi, preferensi, sikap, dan perilaku masyarakat tertentu,

• Lingkungan politik dan hukum. Lingkungan ini berkenaan dengan undang-undang, instansi pemerintah dan pressure groups yang mempengaruhi dan membatasi berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat tertentu.

• Lingkungan alam/ekologi. Lingkungan ini menyangkut lingkungan fisik dan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai input oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran.


Review SIM - Silva Diana Putri

 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMASARAN

Silva Diana Putri (21031143)

Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata Indonesia

slvdiana07@gmail.com



Abstrak

        Pemasaran secara definisi menurut kottler dan Keller adalah menemukan kebutuhan manusia dan kebutuhan sosialnya, perusahaan dituntut untuk memahami apa yang diinginkan oleh konsumen dan mengupayakan cara untuk memenuhi tuntutan tersebut, hal yang menjadi tugas perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut dapat dicapai dengan beberapa cara antara lain dengan melakukan perencanaan strategi pemasaran, pemetaan segmentasi, target dan posisi konsumen, hingga melakukan evaluasi terhadap strategi pemasaran yang telah dilaksanakan oleh perusahaan selama ini antara lain strategi produk, strategi harga, strategi promosi, dan langkah-langkah yang harus dilakukan perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif untuk memenangkan pasar di era digital saat ini.

       Sistem pemasaran berbasis web / Online adalah salah satu fasilitas layanan pemasaran yang harus digunakan secara terus menerus oleh pihak Toko agar tercapainya pemasaran produk yang baik, sesuai kemajuan teknologi informasi, dimana user dapat mengetahui informasi pemasaran secara langsung tentang produk yang dipasarkan toko tersebut. Penggunaan website diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga dapat meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran produk dan promosi serta mampu meningkatkan kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien tanpa harus ke toko secara langsung.

Kata kunci : Pemasaran, penjualan online, website


PENDAHULUAN

      Dijaman sekarang penerapan IT sudah dilakukan disegala bidang baik dalam bidang pemerintahan, kesehatan, militerm pendidikan, ekonomi dan lain-lain. Semua itu demi mendongkrak hasil dan mempermudah dalam pekerjaan. Dalam bidang ekonomi atau perdagangan IT digunakan untuk meningkatkan kinerja setra daya saing dengan perusahaan lain yang sejenis, Hal ini juga berpengaruh positif dalam perihan laba dan perluasan pemasaran produk.

      Salah satu penggunaan komputer yaitu bagi pemasaran produk atau jasa secara Online untuk mempermudah penjualan dan dapat mengurangi biaya pengeluaran seperti biaya iklan dan biaya pembuatan brosur. Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasadalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

 Manajemen pemasaran merupakan suatu penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang diiginkan. Manajemen pemasaran di perlukan perusahaan untuk mencapai sasarannya. Tugas pemasaran adalah menciptakan permintaan akan produk yang dihasilkan perusahaan. Buku ini terdiri dari 10 Bab, menjelaskan tentang Konsep Dasar Manajemen Pemasaran, Pemasaran Abad 21, Perencanaan Pemasaran, Sistem Informasi Pemasaran, Perilaku Konsumen, Segmen Pasar, Membentuk Positioning Merek, Pasar Global, Strategi Produk, dan Strategi Harga.


STUDI PUSTAKA

1. Teori Sistem Informasi

   Sistem Informasi Manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.

Sistem Informasi Manajemen menurut para ahli Memiliki beberapa pengertian :

• Bodnar dan Hopwood ; buku Accounting Information System : Kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk informasi yang berguna.

• Turban, McLean, dan Waterbe ; buku Information Technology for Management Making Connection for Strategies Advantages : Sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.

• L. James Havery ; Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.

• Ludwig Von Bartalanfy ; Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi di antara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

• O’brien ; Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.

• Azhar Susanto ; Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.


2. Teori SDLC

   SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Menurut ahli System Development Life Cycle (SDLC) adalah pendekatan bertahap untuk melakukan analisa dan membangun rancangan sistem dengan menggunakan siklus yang spesifik terhadap kegiatan pengguna. Berdasarkan pada penjelasan diatas maka sdlc dapat disimpulkan sebagai. Sebuah siklus untuk membangun sistem dan memberikannya kepada pengguna melalui tahapan perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi dengan cara memahami dan menyeleksi keadaan dan proses yang dilakukan pengguna untuk dapat mendukung kebutuhan pengguna.

    SDLC adalah keseluruhan proses pengembangan, implementasi, dan penghentian sistem informasi melalui proses multilangkah mulai dari inisiasi, analisis, desain, implementasi, dan pemeliharaan hingga pembuangan. Ada banyak model dan metodologi SDLC yang berbeda, tetapi masing-masing umumnya terdiri dari serangkaian langkah atau fase yang ditentukan. Untuk setiap model SDLC yang digunakan, keamanan informasi harus diintegrasikan ke dalam SDLC untuk memastikan perlindungan yang sesuai untuk informasi yang akan dikirim, diproses, dan disimpan oleh sistem.

    Menerapkan proses manajemen risiko untuk pengembangan sistem memungkinkan organisasi menyeimbangkan persyaratan untuk perlindungan informasi dan aset agensi dengan biaya kontrol keamanan dan strategi mitigasi di seluruh SDLC. Proses manajemen risiko mengidentifikasi aset dan operasi penting, serta kerentanan sistemik di seluruh organisasi. Risiko sering dibagi di seluruh organisasi dan tidak spesifik untuk arsitektur sistem tertentu.


PEMBAHASAN

1. Penelitian Terdahulu

  Sebelumnya telah ada beberapa penelitian pertama yang berjudul “Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Berbasis Web Pada Toko Billy”. Penelitian ke dua berjudul “Perancangan Sistem Informasi Manajemen Wedding Organizer Online Menggunakan Scrum”. Penelitian ke tiga berjudul “Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web (Studi Kasus Pada Newbiestore)”. Penelitian ke empat berjudul “Perancangan Sistem Informasi Penjualan Barang Handmade Berbasis Website Dengan Metode Waterfall”. Dan penelitian ke lima berjudul “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Penjualan Online (E-Commerce) pada CV Selaras Batik Menggunakan Analisis Deskriptif ”.


2. Pembahasan

Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Berbasis Web Pada Toko Billy

     Menyikapi kemajuan teknologi, Toko Billy sebagai salah satu usaha yang bergerak dalam bidang perdagangan underware, baju, powerbank, dan berencana menjual tiket pesawat online.Saat ini Toko billy melakukan pemasaran secara manual dengan media promosi melalui facebook, sms dan dari mulut ke mulut, karena sistem informasi yang ada masih sederhana.Kekurangan dari sistem informasi sekarang ini adalah belum adanya sistem pemasaran secara online di Toko Billy. Sehingga pemasaran jarak jauh mengalami kesulitan apabila ingin melihat barang yang di jual, untuk pengontrolannya secara langsung (online) belum ada, dan belum terkomputerisasi.


Perancangan Sistem Informasi Manajemen Wedding Organizer Online Menggunakan Scrum

      Wedding organizer merupakan penyedia jasa yang secara pribadi membantu dalam pernikahan, perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan serangkaian kegiatan acara sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah ditetapkan. Permasalahan yang terjadi ketika calon pengguna ingin mengetahui informasi atau memesan jasa wedding organizer dan pemilik tidak ada di tempat, sehingga menyebabkan calon pengguna harus bolak-balik mendatangi wedding organizer dan membutuhkan waktu yang cukup banyak. Tujuan pada penelitian ini membangun sistem informasi manajemen wedding organizer untuk membantu pengguna dalam pencarian informasi, harga, dan transaksi jasa wedding organizer, sedangkan untuk pihak manajemen wedding organizer dapat menjadi fasilitas permasalahan dan membantu proses transaksi, sistem ini dapat mengakomodir pemesanan wedding organizer secara online, dapat membantu promosi para vendor dalam hal pemasaran produk dan jasanya.


Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web (Studi Kasus Pada Newbiestore)

     Salah satu gagasan pemberdayaan usaha di era teknologi informasi ini adalah melalui pembuatan media pemasaran berbasis web. Media pemasaran berbasis web ini diperuntukan bagi badan usaha atau perusahaan untuk mempromosikan usahanya, jalur akses informasi produk, melakukan transaksi usaha, serta melakukan komunikasi bisnis lainnya secara global, dalam rangka memperluas jaringan usahanya, serta dipercaya memiliki efisiensi anggaran yang cukup hemat.

    Newbiestore merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang industri pakaian, selama ini proses pengolahan data barang dan pengecekan data barang masih belum terkomputerisasi. Dimana sistem pengolahannya masih dilakukan secara manual, mulai dari proses pembuatan laporan data penjualan, hingga proses transaksi barangnya. Newbiestore berdiri pada tahun 2014, ide dari mendirikan Newbie store ini muncul karena bandung menjadi trend center mode pakaian para remaja di majalengka. Oleh karena itu Newbiestore menyediakan macam-macam jenis pakaian berkualitas dan modis dengan harga terjangkau yang berasal dari distributor pakaian bandung.


Perancangan Sistem Informasi Penjualan Barang Handmade Berbasis Website Dengan Metode Waterfall

        Banyaknya usaha yang dilakukan setiap manusia dalam berbagai penjualan baik secara tradisional maupun secara modern, membuat orang melakukan berbagai cara dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah dengan menggunakan media internet atau online dalam mengembangkan penjualannya atau lebih dikenal dengan e-commerce, contohnya penjualan barang handmade melalui website. Berdasarkan uraian di atas, penulis mencoba membuat sebuah rancangan website penjualan barang handmade yang bertujuan untuk mempromosikan dan memberikan sebuah informasi seputar produk, harga produk dan detail produk barang handmade dengan cepat dan ter-update.

        Penggunaan website diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga dapat meningkatkan penjualan. Sistem penjualan berbasis web ini dikembangkan dengan menggunakan metode pengembangan waterfall, dengan bahasa pemrograman PHP dan database yang digunakan adalah MySQL. Diharapkan dengan sistem penjualan barang handmade yang menggunakan Website ini dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran produk dan promosi serta mampu meningkatkan kegiatan pemasaran dan penjualan barang Handmade menjadi lebih efektif dan efisien tanpa harus ke toko secara langsung.


Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Penjualan Online (E-Commerce) pada CV Selaras Batik Menggunakan Analisis Deskriptif

      CV Selaras Batik menyadari bahwa peranan media website dapat digunakan untuk meningkatkan omset penjualan dan juga sebagai media sarana dalam memasarkan produk batik yang mereka miliki untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi serta dapat meminimalkan biaya-biaya operasional seperti biaya iklan dan juga biaya sewa toko secara fisik. Penulisan paper ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dari penggunaan media website online dalam hal ini adalah e-commerce dengan menggunakan pendekatan B2C (Business-to-Customer) dalam upaya meningkatkan transaksi penjualan batik pada CV Selaras Batik dan juga media penyampaian informasi baik pada para pelanggan dan masyarakat umum dalam memperoleh informasi mengenai produk-produk batik yang dipasarkan oleh CV Selaras Batik.


3. Kesimpulan Analisa

1. Toko Billy merancang sistem informasi sesuai perkembangan teknologi saat ini dengan berbasis web agar meningkatkan pendapatan dari penjualan serta menghemat waktu dalam proses penjualan, dimana penjualan akan dilakukan secara online melalui pembuatan web.

    Pada pengolahan sistem pemasaran website toko billy tidak perlu lagi penyimpanan data secara manual tapi sudah dapat menggunakan sistem pengolahan menggunakan teknologi informasi dalam mengelolah data karena sudah adanya sistem basis data atau database untuk menambah, menyimpan, mengedit dan meghapus data, serta megirim promo produk terbaru kepada pengunjung yang mengisi data pengunjung melalui email. Agar pengunjung yang mengisi data pengunjung dapat mengetahui produk terbaru, promo dan lain- lain.


2. Penelitian ini menggunakan agile metodologi dengan pendekatan scrum dan dirancang berbasis web menggunakan framework codeigniter. Hasil dari penelitian ini menjadi sebuah alternatif bagi penyedia jasa pernikahan untuk meningkatkan pemasaran dalam hal produk dan jasanya. Penggunaan sistem informasi ini dapat memudahkan pengguna untuk mengetahui informasi mengenai wedding organizer dan dapat membantu proses transaksi pemesanan wedding organizer.

  Sistem informasi wedding organizer online dengan menggunakan scrum ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework codeigniter. Penggunaan sistem informasi ini dapat mereduksi waktu pencarian pengguna untuk membandingkan harga, fasilitas, serta paket wedding organizer yang disediakan oleh pihak manajemen wedding organizer. Dengan adanya sistem informasi manajemen wedding organizer ini, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai wedding organizer untuk menentukan konsep, serta budget sesuai dengan keinginan pengguna.


3. Merancang sebuah website penjualan online sebagai media sarana promosi penjualan produk untuk Newbiestore. Karena dengan diterapkannya sistem tersebut akan dapat memudahkan Newbiestore dalam mengelola proses transaksi penjualan. Dengan mempunyai website penjualan online sendiri, Newbiestore akan terlihat lebih profesional dan terpercaya, disamping itu keamanan dalam mengelola bisnis juga akan lebih terjamin daripada membuka dan membangun etalase produk pada sebuah marketplace gratis yang belum tentu akan bertahan lama waktu aktif atau tidaknya marketplace tersebut. Dengan mempunyai website penjualan online sendiri kita juga bisa lebih efektif dan efisien dalam mengelola produk tanpa adanya ikut campur pihak kedua.

  Aplikasi ini menyajikan info terkait dengan Newbiestore yang ditujukan untuk kustomer dengan adanya aplikasi ini, informasi tentang produk terbaru di Newbiestore dapat terpublikasi dengan baik. Dengan adanya aplikasi ini wilayah pemasaran Newbiestore menjadi luas.


4. Dengan adanya penjualan barang Handmade yang dilakukan secara online diharapkan dapat mempermudah transaksi jual-beli bagi penjual maupun pembeli karena lebih praktis dan Efisien. Dengan sistem online, semua informasi bisa di akses dengan cepat tanpa harus datang langsung ke toko, dan dengan jangkauan yang sangat luas tidak hanya di daerah tertentu saja bahkan sampai ke seluruh dunia. Diharapkan dengan sistem penjualan barang handmade yang menggunakan Website ini dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran produk dan promosi. Sistem informasi ini juga dapat memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen serta kemudahan dalam mengolah data dan pembuatan laporan.


5. Dengan adanya website e-commerce yang memanfaatkan internet sebagai media pemasaran, dapat memudahkan pemilik toko untuk memberikan pelayanan terhadap konsumen secara optimal dan memberikan informasi 24 jam serta dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Website yang dirancang dapat meningkatkan penghasilan usaha dagang CV Selaras Batik, hal ini karena penghasilan tidak lagi bersumber dari toko saja tetapi juga melalui pemasaran online. Jika suatu waktu toko sedang tidak dapat dibuka, maka pemesanan masih dapat dilakukan secara online maupun offline.

    Keamanan sistem transaksi e-commerce merupakan isu utama yang mendapat perhatian khusus dari berbagai pakar teknologi, khususnya peneliti-peneliti dibidang teknologi keamanan dan jaringan komputer. Penelitian lebih lanjut juga terus dilakukan dengan penggunaan SSL (Secure Socket Layer) dan algoritma enkripsi, untuk mengoptimalkan keamanan dalam transaksi sistem e-commerce.



PENUTUP

      Untuk dapat menjangkau lebih banyak pelanggan serta memperluas area pemasaran sekaligus promosi batik, maka diperlukan media yang dapat menunjang kegiatan promosi, transaksi penjualan dan informasi dengan optimal. Salah satu media yang menjadi perhatian masyarakat sekarang ini adalah dengan menggunakan media website online. E-Commerce merupakan salah satu kegiatan transaksi bisnis baik barang dan jasa yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan jaringan internet. Kita menyadari bahwa peranan media website dapat digunakan untuk meningkatkan omset penjualan dan juga sebagai media sarana dalam memasarkan produk yang mereka miliki untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi serta dapat meminimalkan biaya-biaya operasional seperti biaya iklan dan juga biaya sewa toko secara fisik.

     Sistem pemasaran berbasis web adalah salah satu fasilitas layanan pemasaran yang harus digunakan secara terus menerus oleh pihak Toko agar tercapainya pemasaran produk yang baik, sesuai kemajuan teknologi informasi, dimana user dapat mengetahui informasi pemasaran secara langsung tentang produk yang dipasarkan toko tersebut. Dalam pelaksanaan pembuatan sistem informasi pemasaran secara online ini, perlu diingatkan bahwa pemilik toko harus melakukan pembaruan data-data produk yang dipasarkan sesuai barang yang akan dipasarakan harus sesuai dengan kenyataan bentuk fisik barang tersebut. Agar tidak mengecewakan pengunjung.




REFERENSI

Alexander W, Andriasan S, Mardia M, Moch YT, Hengki MPS, Sulasih, Lalu Adi P, Bonaraja P, Diena DT, Darwin L, Fajrillah F, Sardjana OM. (2021) Manajemen Pemasaran Perusahaan https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=sistem+informasi+manajemen+pemasaran&oq=#d=gs_qabs&t=1668752804724&u=%23p%3DD6qDto36rdsJ

Hadion Wijoyo (2021) Manajemen Pemasaran https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=5T0rEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA58&ots=Ai6Auaqc5_&sig=couc-RqSZasmUlD8fajGNZZdh2s

Suparni Sistem Informasi Manajemen https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=sistem+informasi+manajemen&oq=sistem+informasi+manaj#d=gs_qabs&t=1668758389491&u=%23p%3DNzgO7g8hPJ8J

Shirley Radack National Institute of Standards and Technology, 2009The system development life cycle (sdlc) https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=sdlc&btnG=#d=gs_qabs&t=1668757553937&u=%23p%3D4SlfMxdSoJoJ

Noni Rahmawati, Herry Mulyono Jurnal Manajemen Sistem Informasi 1 (2), 104-116, 2016 Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran berbasis Web pada Toko Billy https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Analisis+dan+Perancangan+Sistem+Informasi+Pemasaran+Berbasis+Web+Pada+Toko+Billy&btnG=#d=gs_qabs&t=1668753778094&u=%23p%3DnaOxp5RDYyoJ

Rosita Wulandari, Ridwan Setiawan, Asri Mulyani Jurnal Algoritma 16 (2), 139-150, 2019 Perancangan Sistem Informasi Manajemen Wedding Organizer Online Menggunakan Scrum https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Perancangan+Sistem+Informasi+Manajemen+Wedding+Organizer+Online+Menggunakan+Scrum&btnG=#d=gs_qabs&t=1668753922614&u=%23p%3DbSt_990jM_4J

Dadan Zaliluddin, Rohmat Rohmat INFOTECH journal 4 (1), 236615, 2018 Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web (Studi Kasus Pada Newbiestore) https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Perancangan+Sistem+Informasi+Penjualan+Berbasis+Web+%28Studi+Kasus+Pada+Newbiestore%29&btnG=#d=gs_qabs&t=1668754009026&u=%23p%3D1deiswpKZTQJ

Rahmat Hidayat, Siti Marlina, Lila Dini Utami Simnasiptek 2017 1 (1), 175-183, 2017 Perancangan sistem informasi penjualan barang handmade berbasis website dengan metode waterfall https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Perancangan+Sistem+Informasi+Penjualan+Barang+Handmade+Berbasis+Website+Dengan+Metode+Waterfall&btnG=#d=gs_qabs&t=1668754124459&u=%23p%3D9W0ElBVhPGgJ

Himawan Himawan, Asep Saefullah, Sugeng Santoso Scientific Journal of Informatics 1 (1), 53-63, 2014 Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Penjualan Online (E-Commerce) pada CV Selaras Batik Menggunakan Analisis Deskriptif https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Analisa+dan+Perancangan+Sistem+Informasi+Penjualan+Online+%28E-Commerce%29+pada+CV+Selaras+Batik+Menggunakan+Analisis+Deskriptif&btnG=#d=gs_qabs&t=1668754257664&u=%23p%3D3MLCYVTj3LYJ


Rabu, 16 November 2022

Review PPI - Silva Diana Putri

 

Karya Tulis Ilmiah

Silva Diana Putri Mahasiswa Institut Manajemen Wiyata Indonesia

 

 

Karya ilmiah merupakan pemikiran seseorang yang melakukan penelitian, mengumpulkan pengalaman, dengan tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan. Di pertengahan semester 3 Mata Kuliah Penulisan dan Presentasi Ilmiah ini membahas tentang ‘Karya Tulis Ilmiah’ yang bertujuan untuk melatih kemampuan menulis dan berpikir ilmiah bagi penulis yang menulis karya ilmiah tersebut.

Penyusunan karya tulis ilmiah salah satunya adalah dengan membuat makalah yang ditentukan sebagai tugas akhir pada semester ini. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat objektif sistematis, logis dan sesuai dengan fakta yang ada.

Langkah pertama saat pengerjaan yaitu Pemilihan Topik beserta aspek yang akan dibahas dan artikel utama yang dijadikan acuan kita, tentang apa saja hal yang harus dilakukan dan tidak boleh kita lakukan tentunya dari tema yang kita angkat lalu membuat pertanyaan luas untuk mengeksplorasi topik. Struktur dalam penelitian akademik pada umumnya terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil, pembahasan, simpulan dan yang terakhir daftar pustaka.

Yang pertama dibahas yaitu bagaimana cara menyusun outline pendahuluan dan mengembangkannya. Bagian awal dari sebuah pendahuluan dapat berisi Prolog Topik yang menjelaskan informasi umum seputar topik, kedua yaitu Urgensi Topik yang menjelaskan mengenai manfaat topik secara umum, ketiga Supporting System yaitu menjelaskan pihak-pihak lain yang ikut terlibat atau terkait dalam implementasi topik, keempat Urgensi Lainnya yang berisi turunan dari urgensi umum berdasarkan hasil berbagai penelitian terdahulu, dan yang terakhir ada Urgensi lokasi penelitian yakni dimana tempat yang akan dijadikan untuk bahan penelitian.

Untuk menghindari plagiarisme dari karya ilmiah di bagian pendahuluan yang dibuat, kita harus memparaphrase kalimat dari sumber yang dijadikan sebagai acuan. Lalu apa itu plagiarisme dan paraphrase? Plagiarisme yaitu mengambil ide orang lain seolah-olah ide anda sendiri (Princeton University). Sedangkan paraphrase adalah mengungkapkan kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa merubah ide / gagasan namun tetap menyebutkan sumbernya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sabtu, 15 Oktober 2022

 Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Mahasiswa di Indonesia

Silva Diana Putri Mahasiswa Institut Manajemen Wiyata Indonesia


      Pandemi covid-19 menjadi kendala bagi semua kalangan di dunia dan ini juga merupakan krisis kesehatan bagi manusia. Dalam dunia pendidikan, pandemi covid-19 juga memberikan dampak yang luar biasa. Banyak sekolah di dunia ditutup untuk menghentikan penyebaran covid-19, berdasarkan laporan oleh ABC news pada tanggal 7 Maret 2020, puluhan negara menutup sekolah demi mencegah penyevaran virus. Seridaknya 290,5 juta peserta didik di seluruh dunia menjadi terganggu aktivitas belajarnya karena sekolah ditutup.

      Indonesia yang menjadi negara kedua tertinggi penyebaran covid 19 dengan lonjakan di atas 1000. Indoensia menduduki posisi 31 dari 40 negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia. (tribunnews,14-15 juni 2020). Berdsarkan data tersebut, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam keadaan kritis kesehatan sehingga erlu adanya solusi yang tepat untuk menghentikan penyebaran covid-19 sehingga kegiatan dapat berjalan dengan normal kembali terutama bagi dunia pendidikan.

      Dampak covid-19 terhadap dunia pendidikan sangat besar dan dirasakan oleh berbagai pihak terutama guru, kepala sekolah, peserta didik dan orang tua. Akibat penyebaran covid-19 yang tinggi di Indoensia, universitas dan perguruan tinggi lainnya ditutup tidak terkecuali sekolah dasar. Dengan dilakukannya penutupan sekolah, maka pemerintah mengambil langkah agar proses pembelajaran tidak tertinggal dan peserta didik tetap menerima hak untuk mendapatkan ilmu. Maka dari itu keputusan pemerintah selanjutnya yaitu proses pembelajaran tetap berlangsung tapi tidak dengan tatp muka melainkan dengan online. Banyak organisasi menggunakan metode penyampaian untuk pelatihan pegawai dengan pembelajaran Online (Simmons 2002).

         Kuliah daring memiliki berbagai berdampak pada kemampuan mahasiawa. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui bagaimana dampak kuliah daring terhadap kemampuan mahasiswa baik menurun ataupun meningkat yang kembali pada bagaimana pola belajar yang diterapkan pada masing-masing pribadi. ”Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu” (Mudyahharjo, 2001:3) dari defisini tersebut terpampang jelas bahwa pendidikan sangat penting bagi kehidupan, hal ini mengapa siswa dan mahasiswa harus terus melaksakan pendidikan walau dalam keadaan apapun termasuk pandemi seperti sekarang ini, siswa terutama para mahasiswa harus tetap melaksanakan pembelajaran yang dilakukan secara online atau daring meskipun tidak dilakukan tatap muka secara langsung.

        Kuliah daring merupakan sebuah sistem perkuliahan yang medianya memanfaatkan akses internet sebagai sarana untuk melaksanakan pembelajaran. Sistem perkuliahan daring tidak hanya di berlakukan di negara Indonesia saja namun banyak diberlakukan di negara lain, hal ini dilakukan demi mengurangi penyebaran virus corona yang sekarang sedang dialami hampir oleh seluruh negara di dunia. Media yang digunakan dalam perkuliahan daring ini ada berbagai macam jenisnya, ada yang dalam bentuk e-learning dan ada juga yang dalam bentuk aplikasi untuk bertatap muka secara online, misalnya seperti zoom, google meet dan media lainnya, tentu media-media ini sangat membantu dan menunjang di dalam pelaksaan kuliah daring.

      Dalam hal ini tentu ada saja kendela yang terjadi saat pelaksanaan proses pembelajaran secara daring seperti pernyataan di dalam buku “Menulis di Kala Badai Covid-19” yang berkata “Bukan soal jaringan saja yang mengendala, keperlukan kuota menjadikan pengeluaran membengkak. ”(Abbas, E. W., & Erlyani, N. 2020) pernyataan tersebut sangat benar, terutama bagi mahasiswa yang berada di wilayah yang jaringan Internetnya kurang memadai yang kemudian mengahambat di dalam proses pembelajaran yang membuat mahasiswa dapat tertinngal materi yang dijelaskan oleh pengajar atau dosen, dan juga mahasiswa kendala ini terjadi pada mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dimana mahasiswa tersebut memiliki kesulitan dalam membeli kuota internet karena terbatasnya keadaan ekonomi sehingga menyulitkan dalam membeli kuota. Kuliah daring memiliki berbagai dampak pada kemampuan mahasiswa yang membuat kemampuan siswa lebih meningkat atau bahkan menurun, mahasiswa yang lebih menyenangi metode belajar secara mandiri akan merasa lebih nyaman dan lebih mudah memahami dengan sistem belajar daring, namun kebalikannya mahasiswa yang lebih menyenangi sistem belajar dengan berkumpul bersama orang banyak dalam satu ruangan akan merasa kesulitan dalam proses belajar menggunakan sistem daring, dan mahasiswa yang terbiasa memahami seuah penjelasan materi secara langsung/offline akan merasa kesusahan dalam memahami suatu penjelasan.


REFERENSI

https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengaruh+Pandemi+Covid-19+Terhadap+Pendidikan+di+Indonesia&btnG=#d=gs_qabs&t=1665840348123&u=%23p%3DwStOlXZg_A4J

https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengaruh+Pandemi+Covid-19+Terhadap+Pendidikan+di+Indonesia&btnG=#d=gs_qabs&t=1665839568176&u=%23p%3DM0SpDFLHI94J

Aji, R. H. S. (2020). Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses Pembelajaran. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i.(7), 5, 395-402.

Amini, M., Mayangsari, M. D., & Zwagery, R. V. (2020). Hubungan antara Kemandirian Belajar dengan Komitmen Tugas pada Mahasiswa Program Studi Psikologi. Jurnal Kognisia: Jurnal Mahasiswa Psikologi Online, 2(2), 149-152.


Selasa, 04 Oktober 2022

Pengalaman Menulis Sebuah Jurnal


     Disini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika menulis sebuah Jurnal yang berjudul “Pengaruh Produk Palsu Terhadap Konsumen Dan Kepuasan Pelanggan Untuk Produk Scarlett Whitening”. Saya mencari semua referensi dari Google Scholar sesuai arahan dari dosen. Alasan saya memilih judul tersebut karena ingin melakukan penelitian tentang perawatan dan seberapa penting merawat kulit dan wajah bagi kita sebagai perempuan. 

   Ternyata setelah ditelusuri saya menemukan penjelasan dan alasan mengapa melakukan perawatan kulit wajah dan tubuh secara rutin itu penting, tapi menggunakan produk yang berkualitas juga tidak kalah penting. Produk yang berkualitas akan membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. Sebaliknya, produk yang kualitasnya buruk akan menyebabkan kerusakan pada kulit yang seringkali efeknya akan kita rasakan beberapa tahun kemudian. 

     Sebelumnya saya juga tidak terlalu mementingkan perawatan sebelumnya tetapi setelah mengetahui bahwa perawatan itu ternyata sangat penting akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya dengan menanyakan produk apa yang baik untuk kulit kepada teman teman saya karena mereka sudah lebih dulu melakukan perawatan. Kagetnya, tidak jarang ada produk palsu yang tersebar, Biasanya, produk ini menggunakan bahan-bahan murah yang belum teruji khasiatnya dan diproduksi dengan cara yang tidak berstandar saya jadi agak takut hehe, lalu di penelitian yang saya kerjakan ternyata produknya mempunyai website resmi yang bisa memastikan produknya asli atau palsu dengan memasukkan kode unik kedalam websitenya. 

     Saya sendiri memakai produk tersebut karena memang berdampak baik untuk kulit saya. Maka dari itu jangan membiarkan kulit tidak terawat, hal itu bisa menyebabkan masalah kulit. Misalnya, tidak melakukan eksfoliasi kulit dapat menumpuk sel kulit mati, sehingga kesehatan kulit tidak terjaga. Efek yang timbul ketika kita malas mengeksfoliasi adalah kulit jadi lebih kusam. Padahal, kulit butuh beregenerasi. Selain itu, jika seseorang tak merawat kulit wajah sejak dini, dapat meningkatkan risiko penuaan dini.



Silva Diana Putri

Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Review Perilaku Organisasi - Silva Diana Putri

  Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan Silva Diana Putri (21031143) Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata...