Selasa, 22 November 2022

Review Manajemen Keuangan - Silva Diana Putri

 PENGGUNAAN DAN JENIS INFORMASI KEUANGAN

Silva Diana Putri (21031143)

Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata Indonesia



A. Penggunaan dan Jenis Informasi Keuangan

Informasi keuangan adalah informasi mengenai aktivitas suatu entitas yang dinyatakan secara nilai moneter. Menurut Kerangka Konseptual Laporan Keuangan, informasi keuangan mencakup posisi keuangan dari suatu entitas yakni sumber daya ekonomi yang dimiliki dan klaim pihak lain atas entitas, serta dampak dari transaksi atau kejadian lainnya yang dapat merubah sumber daya ekonomi atau klaim atas entitas. Suatu entitas menggunakan informasi keuangan erat kaitannya dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yakni:

1. Perencanaan (planning)

       Proses perencanaan membutuhkan informasi keuangan dalam rangka menentukan bagaimana pengimplementasian strategi seharusnya dijalankan dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang dimiliki dan perkiraan dampak dari setiap alternatif yang tersedia.

2. Pengendalian (controlling) dan pengukuran kinerja

      Aktivitas pengendalian dilakukan atas kinerja aktual dengan menilai kesesuaian implementasi dijalankan sesuai perencanaan dan menganalisis deviasi yang terjadi atas perencanaan untuk kemudian dilakukan tindakan perbaikan. Informasi keuangan sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pengendalian tersebut.

3. Pencatatan transaksi

      Pencatatan transaksi dilakukan untuk:

a. Mendokumentasikan transaksi atau kejadian sebagai bukti saat terjadi permasalahan

b. Memenuhi persyaratan secara hukum, seperti tuntutan regulator untuk tujuan audit;

c. Penilaian yang lebih baik atas profitabilitas;

d. Mengetahui efisiensi pemanfaatan sumber daya.

4. Pengambilan keputusan

       Informasi digunakan sebagai basis yang kuat dalam pengambilan keputusan. Termasuk :

a. Menentukan pembelian atau penjualan investasi

b. Penggantian dan penunjukan manajemen

c. Menentukan keamanan suatu bisnis untuk diberikan pinjaman

d. Kemampuan entitas dalam membayar dan memberikan manfaat bagi pegawai.

e. Menentukan distribusi laba dan dividen.

         Informasi yang dimiliki suatu entitas dapat dikelompokan dalam beberapa jenis informasi. Suatu entitas hendaknya mengelola dan menggunakan informasi dengan sebijak mungkin. Suatu entitas perlu mengetahui apakah suatu informasi dapat didiseminasikan kepada seluruh bagian atau bagian tertentu saja yang dapat mengetahui.

Adapun informasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

(a) Informasi perencanaan, yakni membantu dalam proses perencanaan.

(b) Informasi operasional, yakni membantu dalam menjalankan operasional sehari-hari.

(c) Informasi taktis, yakni membantu dalam menghadapi masalah jangka pendek, seperti varians produksi bulanan.

(d) Informasi strategis, yakni mendukung pengambilan keputusan jangka panjang, seperti kapasitas produksi yang tersedia untuk ekspansi.


1. Pengguna Informasi Keuangan

Standar akuntansi mengidentifikasi pengguna informasi keuangan seperti :

Pengguna Kebutuhan atas Informasi Keuangan Untuk Penggauna utama

Pemilik (investor) kini dan potensial Membuat keputusan untuk menjual, membeli atau mempertahankan investasi. Informasi yang dibutuhkan adalah risiko dan imbal hasil investasi, kemampuan entitas memberikan dividen.

Pemberi pinjaman Menilai kemampuan entitas untuk mengembalikan dana dan bunga terkait.

     Informasi keuangan untuk pengguna di atas disajikan dengan asumsi dasar adalah entitas bersifat berkelanjutan (going concern) dan akan terus beroperasi hingga waktu yang tidak dibatasi. Dalam rangka memenuhi harapan pengguna tersebut, informasi keuangan disajikan dalam bentuk:

(a) Laporan posisi keuangan yang menyajikan:

1) Sumber daya ekonomi yang dikendalikan entitas

2) Struktur pembiayaan yang dimiliki entitas, termasuk: kebutuhan pinjaman di masa mendatang, bagaimana laba dan arus kas akan didistribusikan di masa mendatang, kemungkinan entitas memperoleh modal di masa mendatang.

3) Likuiditas

4) Solvabilitas

5) Adaptabilitas, yakni kapasitas untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

(b) Laporan laba rugi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu entitas. Digunakan untuk memprediksi atau menilai:

1) Potensi perubahan sumber daya ekonomi yang dikendalikan entitas.

2) Kapasitas untuk menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada.

3) Efektivitas entitas dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya.

(c) Laporan arus kas yang menunjukan perubahan pada kas terkait aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan selama satu periode tertentu. 


B. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

       Berdasarkan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan berikut karakteristik kualitatif informasi keuangan sehingga dapat mendukung tujuan keberadaan informasi keuangan bagi pengguna.

(a) Karakteristik kualitatif fundamental:

1) Relevansi (relevance), suatu informasi keuangan dianggap relevan jika mampu menjadi pembeda dalam pembuatan keputusan oleh pengguna. Untuk dapat dikatakan relevan, maka informasi keuangan harus memiliki:

- Nilai prediksi (predictive value), dapat digunakan dalam memprediksi hasil di masa mendatang.

- Nilai konfirmasi (confirmatory value), memberikan umpan balik atau konfirmasi atas evaluasi kinerja yang sebelumnya dilakukan.

      Relevansi dipengaruhi oleh kondisi dari hal yang pasti, dan materialitas. Materialitas tergantung terhadap entitas masing-masing yakni jika suatu informasi diabaikan dan salah saji dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh pengguna informasi keuangan.

2) Jujur (Faithful representation), suatu informasi keuangan diakui sebagai jujur jika:

- Lengkap (complete), termasuk menginformasikan deskripsi dan penjelasan.

- Netral (neutral), tidak bias atau tidak memihak siapa pun.

- Bebas dari kesalahan (free from error).

(b) Karakteristik kualitatif peningkat (enhancing characteristics):

1) Dapat dipahami (understandability), laporan keuangan harus jelas dan singkat sehingga mudah dimengerti. Pengguna diasumsikan telah memiliki pengetahuan dasar terkait bisnis dan ekonomi dan berkehendak untuk menggunakan informasi keuangan tersebut. Namun suatu informasi keuangan yang relevan tidak seharusnya dikecualikan dari penyajian walaupun sulit dipahami.

2) Dapat diperbandingkan (comparability), pengukuran dan penyajian dari dampak keuangan suatu transaksi dilakukan secara konsisten baik untuk keseluruhan bisnis, antarwaktu, dan antarbisnis yang berbeda.

3) Dapat diverifikasi (verifiability), yakni pihak lain yang memiliki pengetahuan memadai dapat mencapai konsensus baik menggunakan metode langsung maupun tidak langsung.

4) Tepat waktu (timeliness), yakni memastikan informasi tersedia bagi pengambil keputusan sehingga dapat mempengaruhi keputusan. Secara umum informasi yang lebih tua dianggap kurang berguna dibandingkan informasi yang lebih terbaru.

         Suatu informasi dianggap buruk jika tidak mampu memenuhi kebutuhan pengguna dan tidak memiliki menunjukan karakteristik kualitatif yang disebutkan di atas. Penggunaan informasi yang buruk dapat berdampak pada mengurangi keyakinan terhadap pasar keuangan dan mengakibatkan meningkatnya biaya modal, serta kegagalan dalam memenuhi kepentingan masyarakat secara umum.

Pentingnya informasi keuangan tidak terlepas dari beberapa kelemahan yang dimiliki seperti:

(a) Umumnya informasi keuangan relatif terstandarkan walaupun aktivitas bisnis secara umum sangat beragam sehingga terkadang membatasi kegunaan infonnasi yang disajikan. Selain itu, laporan keuangan biasanya sangat bersifat agregat sehingga sulit untuk mengevaluasi komponen dari bisnis yang lebih kecil.

(b) Laporan keuangan mencakup periode yang sudah berlalu dan secara inheren bersifat historis, sementara banyak pengguna informasi keuangan mendasarkan keputusan terhadap ekspektasi di masa mendatang.

(c) Mengabaikan informasi non-keuangan seperti narasi tentang operasional utama yang dimiliki entitas, diskusi mengenai risiko dan kesempatan yang dimiliki dan kebijakan manajemen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Perilaku Organisasi - Silva Diana Putri

  Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan Silva Diana Putri (21031143) Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata...