Minggu, 31 Oktober 2021

Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 3 Ejaan Yang Disempurnakan

Nama : Silva Diana Putri (21031143)

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 3


1. Sebutkan pemakaian tanda baca titik (.)!

2. Jelaskan perbedaan penggunaan titik koma (;) dan titik dua (:) !

3. Rangkaian temuan ini─evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom─telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Jelaskan salah satu kegunaan pemakaian tanda baca pisah berdasarkan contoh diatas !

4. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Sebutkan dan jelaskan !

5. Berikan contoh unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasI Indonesia tidak perlu lagi diubah!


Jawaban

1. a)Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

b) Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

c) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.

d) Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidab berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.

e) Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

2. Tanda titik koma (;) dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara, mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata, dan Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.

Untuk tanda titik dua (:) dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian, dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian, dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan, dan dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

3. Kegunaannya adalah untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

4. a) Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock, dan de l'homme par l'homme. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing.

b) Unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal itu, diusahakan ejaannya disesuaikan dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga agar bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

5. Adopsi merupakan proses penyerapan kosa kata asing yang memiliki makna yang sama dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah ejaan, pengucapan, dan penulisan sama sekali. Beberapa contoh kata serapan dari bahasa Inggris yang mengalami proses adopsi seperti data, film, golf, internet, dan masih banyak lagi.


Sabtu, 23 Oktober 2021

Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 2 Ejaan Yang Disempurnakan

Nama : Silva Diana Putri

NIM : 21031143

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 2


1. Jelaskan pengertian dan fungsi dari ejaan bahasa Indonesia

2. Sebutkan komponen-komponen ejaan dalam bahasa Indonesia

3. Jelaskan ejaan-ejaan yang pernah berlaku di Indonesia

4. Berapa macam cara yang dapat dilakukan untuk pemenggalan kata pada kata dasar? Sebutkan dan beri contoh

5. Pada hari itu dia pergi ke pantai. baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. angin sepoi sepoi membuat rambutnya berkibas. Saudara saudaranya sangat pandai mendandaninya. Kata seorang penjaga pantai, amboi malaikat dari manakah ini. 

Sebutkan ada berapakah huruf diftong yang terdapat pada paragraf diatas?


Jawaban

1. Ejaan adalah keseluruhan pelambangan bunyi bahasa, penggabungan dan pemisahan kata, penempatan tanda baca dalam tataran satuan bahasa.

Berfungsi sebagai :

• Landasan pembakuan tata bahasa.

• Landasan pembakuan kosakata dan peristilahan.

• Alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia.

2. Ada empat hal pokok yang disajikan dalam Permen tersebut terkait dengan ejaan, yakni

• Pemakaian huruf

• Penulisan kata

• Pemakaian tanda baca, dan

• Penulisan unsur serapan

3. - Ejaan van Ophuijsen

Hal-hal yang menonjol dalam ejaan Berupa (1) huruf j untuk menuliskan kata-kata: jang, pajah, sajang dan (b) huruf oe Untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.

- Ejaan Soewandi

Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah (1) huruf oe diganti dengan u, seperti Pada kata: guru, itu, umur dan (2) kata ulang boleh ditulis dengan angka-2, seperti: Anak2, berjalan2, kebarat2an. 

- Ejaan Melindo

Perkembangan politik selama Tahun-tahun berikutnya antara Indonesia dengan Malaysia mengurungkan peresmian ejaan ini.

- Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagai patokan pemakian Ejaan itu.

4. Lima macam cara, yaitu :

(1) Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

Misalnya:

bu-ah

ma-in

(2) Huruf diftong ai, au, dan oi tidak dipenggal.

 Misalnya:

sau-da-ra

am-boi

 (3) Jika di tengah kata dasar ada huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua buah huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu.

 Misalnya:

ba-pak

la-wan

(4) Jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.

 Misalnya:

Ap-ril

makh-luk

(5) Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

Misalnya:

ul-tra

ben-trok

5. Pada hari itu dia pergi ke pantai. baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. angin sepoi sepoi membuat rambutnya berkibas. Saudara saudaranya sangat pandai mendandaninya. Kata seorang penjaga pantai, amboi malaikat dari manakah ini.

Jadi, huruf diftong yang terdapat pada paragraf diatas ada 10.

Jumat, 15 Oktober 2021

Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 1 Hakikat Perkembangan Bahasa Indonesia

Nama : Silva Diana Putri

NIM : 21031143

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 1


1. Bagaimana proses perkembangan bahasa melayu ke Bahasa Indonesia? Jelaskan!

2. Siapa yang pertama kali mempopulerkan bahasa Indonesia?

3. Apa yang melatar belakangi bahasa melayu ke bahasa Indonesia?

4. Mengapa bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi, dan bukan bahasa melayu?

5. Siapa pelopor terkemuka terkait dengan Pembinaan bahasa dan budaya pada abad ke-19?


Jawaban

1. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia sesuai isi Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

2. Bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Mohammad Tabrani Soerjowitjitro

3. Bahasa Indonesia secara historis merupakan varian bahasa melayu yang kini juga digunakan di wilayah yang luas meliputi Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, bagian selatan Thailand, bagian selatan Filipina, dan beberapa tempat di Afrika Selatan.

Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa persatuan di Indonesia pada 28 Oktober 1928 dalam peristiwa yang disebut Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, bahasa melayu yang digunakan di wilayah Indonesia sekarang mulai dinamai Bahasa Indonesia. Namun, secara resmi penyebutan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia baru muncul pada 18 Agustus 1945 ketika konstitusi Indonesia diresmikan.

4. Sebagai bahasa nasional, fungsi bahasa Indonesia di antaranya adalah untuk mempererat hubungan antar suku di Indonesia. Fungsi ini sebelumnya sudah ditegaskan di dalam butir ketiga ikrar Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

5. Perkembangannya dipelopori oleh Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, Sementara di Hindia-Belanda atau Indonesia oleh Raja Ali Haji.

Review Perilaku Organisasi - Silva Diana Putri

  Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan Silva Diana Putri (21031143) Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata...