Jumat, 08 Juli 2022

Review Prinsip-Prinsip Akuntansi - Silva Diana Putri

KLASIFIKASI PIUTANG


  Piutang adalah elemen penting didalam bisnis. Tidak hanya memberikan dampak positif, piutang juga memiliki resiko dan berdampak negatif pada bisnis, jika tidak dikelola dengan baik. Dalam konteks bisnis, piutang adalah tagihan uang oleh suatu perusahaan kepada pelanggan atau konsumen yang diharapkan dapat dibayar atau dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun saat tagihan diterbitkan. Sedangkan di dalam akuntansi, piutang adalah komponen yang dicatat oleh pihak kreditur di dalam neraca balance sheet). Sementara itu, debitur akan mencatatnya sebagai utang usaha atau account receivable. 

  Dalam pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan karakteristik dan akuntansi untuk piutang tak tertagih, menjelaskan metode penghapusan langsung dan penyisihan untuk piutang tak tertagih.

  Dalam pembelajaran kuliah ini, ada 3 klasifikasi dalam piutang, yaitu:

1. Account Receivable (Piutang Usaha)

Account receivable adalah salah satu aspek penting yang harus ada ketika berbisnis. Dengan account receivable (AR), atau juga disebut piutang usaha, pebisnis bisa melacak semua uang yang diutang pelanggan atas semua jasa atau produk yang diberikan kepada mereka. Biasanya dilakukan berdasarkan kepercayaan dan bukti penjualannya secara kredit.

2. Notes Receivable (Wesel Tagih)

Wesel tagih merupakan wesel yang dapat ditagihkan kepada perusahaan lain yang memiliki utang kepada perusahaan. Wesel tagih biasanya akan disesuaikan dengan besaran suku bunga bank yang terkait dalam transaksi. Wesel tagih disebut juga sebagai piutang wesel. Piutang Wesel juga bisa disebut sebagai Wesel Tagih, promes, dan Promisionary Notes atau Notes receivable. Wesel tagih dapat berasal dari penjualan, pembiayaan, atau transaksi lainnya. Biasanya dilakukan berdasarkan kepercayaan/hukum yang ada, yang disertai dengan adanya bukti dokumen khusus.

3. Other Receivable (Piutang lain-lain)

Adalah kegiatan utama penjualan yang dilakukan secara kredit, yang mencakup selain dagang. Contohnya piutang bunga, gaji, uang muka karyawan, dan restitusi pajak. Secara umum bukan berasal dari kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu, piutang jenis ini diklasifikasikan dan dilaporkan pada bagian yang secara terpisah di neraca.



Uncollectible Receivable (Piutang Tak Tertagih)

Ada 2 metode yang harus dilakukan dalam menentukannya:

1. Direct write off method (Metode Langsung)

Metode ini beranggapan piutang yang ditaksir tidak dapat diterima, pembukuannya baru akan dilakukan pada saat piutang itu benar-benar tidak dapat ditagih oleh perusahaan. Pada saat itu, diadakan pencatatan kerugian dengan mendebet perkiraan Piutang Ragu-Ragu (Bad Debt) dan mengkredit perkiraan Piutang Dagang (Account Receivable) dengan jumlah yang sama.

2. Allowance method (Metode Cadangan/Penyisihan)

Metode ini mempertimbangkan kemungkinan atas piutang yang tidak tertagih di masa mendatang. Sewaktu perusahaan mengadakan penaksiran atas piutang yang tidak tertagih, maka jumlah yang diperkirakan tidak tertagih itu dianggap dan dicatat sebagai kerugian. Hal ini dilakukan dengan jalan mendebetnya ke perkiraan Piutang Ragu-Ragu (Bad Debt) dan mengkredit perkiraan Cadangan Piutang Ragu-Ragu (Allowance for Bad Debt). Biasanya harus menunggu lama kepastian bisa melunasinya, dan ditampung dulu diakun cadangan tak tertagih.



Estimating Uncollectible (Perkiraan Tak Tertagih)

1. Percent of Wales method (Metode Persentase Penjualan)

Banyak perusahaan menetapkan pengeluaran promosi berdasarkan persentase penjualan yang telah ditentukan penjualan saat ini atau yang diperkirakan atau dari harga jual. Metode tersebut memandang penjualan sebagai penentu promosi, bukan sebagai hasilnya. Hal itu menyebabkan anggaran ditetapkan berdasarkan ketersediaan dana, bukan berdasarkan peluang pasar.

2. Analysis of receivable method (metode analisis piutang)

Adalah metode analisis yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menagih piutang perusahaan. Piutang usaha merupakan sumber utama arus kas masuk untuk sebagian besar bisnis, jadi analisis kegiatan menjadi salah satu cara untuk memastikan kesehatan arus kas perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Perilaku Organisasi - Silva Diana Putri

  Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan Silva Diana Putri (21031143) Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata...