Rabu, 15 Desember 2021

Tugas Dari Materi Kelompok 8 Narasi, Deskriptif, dan Syarat Tulisan Yang Baik

Nama : Silva Diana Putri

NIM : 21031143

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 8


1. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur yang diperlukan untuk melengkapi narasi?

2. Jelaskan satu persatu ciri-ciri tulisan deskripsi?

3. Sebutkan dan jelaskan urutan susunan paragraf yang biasa digunakan untuk mengembangkan tulisan?

4. Jelaskan ciri-ciri tulisan narasi?

5. Sebutkan dan jelaskan satu persatu contoh tulisan deskripsi?


Jawaban

1. Unsur-unsur yang diperlukan untuk melengkapi narasi adalah elemen motif, konflik, tema, amanat, gaya bahasa, sudut penceritaan, alur, dan sebagainya.

2. Ciri-Ciri Tulisan Deskripsi:

• Tulisan deskripsi menggambarkan atau melukiskan objek atau peristiwa tertentu;

• Tulisan deskripsi bertujuan untuk menciptakan kesan pada pembaca seolah-olah mereka sendiri mengalami, menyaksikan, dan atau mendengarkan objek atau peristiwa yang dilukiskan atau digambarkan oleh penulis;

• Tulisan deskripsi bersifat objektif karena penulis menggambarkan sesuatu yang dideskripsikan sebagaimana adanya objek dan atau peristiwa itu;

• Tulisan deskripsi tampil dalam salah satu dari dua bentuk: sebagaimana adanya objek atau peristiwa yang dideskripsikan atau sesuai dengan kesan yang dialami oleh penulis ketika melihat dan atau mendengarkan objek atau peristiwa itu.

3. Urutan susunan paragraf yang biasa digunakan untuk mengembangkan tulisan meliputi

(1) urutan kronologis, (2) urutan ruang, (3) urutan induktif, (4) urutan deduktif, (5) urutan pertanyaan - jawaban, (6) urutan sebab - akibat/akibat sebab (kausal), (7) urutan pernyataan - alasan, (8) urutan kecaraan, (9) urutan kondisional, (10) urutan akumulatif, (11) urutan antiklimaks/klimaks, (12) urutan familiariatas, dan (13) urutan kompleksitas.

4. Ciri-Ciri Tulisan Narasi :

(1) Tulisan narasi berisi rangkaian peristiwa yang membentuk keutuhan cerita;

(2) Tulisan narasi memiliki pelaku yang melaksanakan tindakan-tindakan sehingga terjadilah peristiwa;

(3) Tulisan narasi menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu kejadiannya;

(4) Tulisan narasi dilengkapi dengan motif, latar (tempat, suasana, dan atau sosial), konflik, tema, amanat, sudut pandang, gaya bahasa khas, dan unsur-unsur lain yang menghidupkan cerita;

(5) Tulisan narasi menyajikan rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir, tetapi urutannya tak harus disajikan secara lurus, boleh dengan sorot balik, melingkar, dan sebagainya sesuai dengan keperluan cerita dan kemahiran penulisnya;

(6) Tulisan narasi ada yang bersifat nonfiktif (materinya berasal dari peristiwa yang sesungguhnya) dan ada pula yang fiktif (materinya berasal dari imajinasi penulisnya dan tak ada hubungannya dengan peristiwa nyata, kalau berhubungan pun hanyalah kebetulan belaka).

5. Contoh tulisan deskripsi

Harimau

Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar” itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemas-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam. Gigi taringnya kuat dan tajam untuk mengoyak daging.

Kakinya berjumlah empat dengan cakar yang kuat untuk menerkam mangsanya. Harimau mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Harimau dapat hidup di hutan, padang rumput, dan daerah payau atau hutan bakau. Di Indonesia harimau dapat ditemukan di hutan dan hutan bakau di Pulau Sumatera dan Jawa.


Rabu, 08 Desember 2021

Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 7 Jenis-jenis Tulisan

Nama : Silva Diana Putri

NIM : 21031143

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 7


1. Sebutkan jenis-jenis tulisan berdasarkan isinya!

2. Sebutkan ciri-ciri tulisan eksposisi!

3. Untuk menjadi penulis argumentasi yang baik, seorang penulis harus memenuhi dua syarat, sebutkan dua syarat tersebut!

4. Sebutkan persamaan dan perbedaan tulisan eksposisi dan argumentasi!

5. Di dalam komunikasi modern, kemahiran menulis sangat penting keberadaannya. Mengapa?


Jawaban

1. Berdasarkan isinya, tulisan (atau biasa juga disebut karangan) dapat dibedakan atas lima jenis. Yaitu Eksposisi atau ekspositori, argumentasi, persuasi, deskripsi, dan narasi. Berikut ini diperikan kelima jenis tulisan itu.

2. Ciri-ciri tulisan eksposisi/ekspositori :

(1) Tulisan eksposisi menguraikan fakta atau sesuatu yang benar-benar terjadi;

(2) fakta disajikan atau diuraikan seinformatif mungkin sehingga pembaca dapat mengetahui dan memahaminya dengan sejelas-jelasnya;

(3) Analisis dan penafsiran terhadap fakta yang diuraikan benar-benar objektif, bukan fakta yang dibuat-buat oleh penulis;

(4) Tulisan eksposisi tak berupaya untuk memengaruhi pembaca atau menggiring pembaca kepada pendapat dan sikap yang diyakini oleh penulis;

(5) Tulisan eksposisi menguraikan suatu peristiwa atau proses kerja sesuatu yang dibahas di dalam tulisan itu;

(6) Tulisan eksposisi dapat dilengkapi dengan data statistik, peta, bagan, grafik, gambar, dan lain untuk memperjelas topik yang dibahas;

(7) Penutup eksposisi biasanya berupa penegasan terhadap topik yang diuraikan.

3. Dua syarat ntuk menjadi penulis argumentasi yang baik

(1) Penulis mengetahui benar topik yang dibicarakannya karena kekuatan jenis tulisan ini pertama-tama bergantung kepada fakta-fakta, informasi, dan jalan pikiran yang menghubungkan fakta-fakta itu.

(2) Penulis bersedia mempertimbangkan pendapat-pendapat yang bertentangan dengan pendapatnya sendiri sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan.

4. Perbedaan dan persamaan tulisan eksposisi dan argumentasi.

Persamaan

(1) Eksposisi dan argumentasi sama-sama bersifat menjelaskan pendapat, gagasan, dan keyakinan.

(2) Eksposisi dan argumentasi sama-sama bersifat menjelaskan analisis dan sintesis pada waktu membahas topik yang dikemukakan.

(3) Eksposisi dan argumentasi sama-sama menggali dari sumber yang sama, yaitu dari pengamatan atau penelitian, pengalaman, dan atau sikap.

(4) Eksposisi dan argumentasi sama-sama memerlukan fakta yang diperjelas dengan angka-angka, grafik, peta, statistik, gambar, dan sebagainya.

Perbedaan

(1) Tujuan eksposisi adalah menerangkan dan menjelaskan supaya pembaca benar-benar memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya, sedangkan tujuan argumentasi adalah memengaruhi pembaca supaya pembaca akhirnya berpihak kepada pendapat, keyakinan, dan atau sikap penulis.

(2) Peta, grafik, statistik, dan lain-lain dipergunakan dalam eksposisi untuk menjelaskan topik, sedangkan dalam argumentasi dipergunakan untuk membuktikan bahwa topik itu benar.

(3) Penutup dalam eksposisi berfungsi menegaskan materi yang diuraikan sebelumnya, sedangkan penutup dalam argumentasi berfungsi menyimpulkan hal-hal yang telah diuraikan sebelumnya.

5. Dengan kemahiran menulis, semua pikiran, gagasan, pendapat, sikap, dan temuan ilmiah dalam pelbagai bidang ilmu dapat dikomunikasikan secara tertulis sehingga mampu menjangkau khalayak yang jauh lebih banyak jumlahnya dalam waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan jika kesemuanya itu dikomunikasikan secara lisan.

Jumat, 12 November 2021

Tugas Dari Materi Kelompok 5 Kalimat

Nama : Silva Diana Putri (21031143)

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 5


1. Jelaskan bagaimana sebuah pernyataan dapat disebut sebagai kalimat?

2. Jika sebuah pernyataan tidak mengandung predikat, apakah bisa disebut kalimat? Jelaskan!

3. Kalimat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat inversi dan kalimat permutasi. Buatlah masing-masing satu contoh kalimat dari jenis-jenis kalimat tersebut!

4. Salah satu syarat kalimat efektif yaitu harus gramatikal. Apa yang dimaksud gramatikal disini? Jelaskan!

5. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang terkait dengan gramatikal!


Jawab

1. Sebuah pernyataan (lisan atau tulis) dapat dikategorikan sebagai kalimat bila memiliki dua persyaratan pokok. Persyaratan pokok tersebut adalah unsur predikat dan permutasi atau perubahan urutan unsur kalimat. Setiap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat. Dengan kata lain, jika suatu pernyataan memiliki predikat, pernyataan itu merupakan kalimat.

2. Jika suatu pernyataan yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Predikat suatu kalimat dapat diidentifikasi dengan cara mengamati, misalnya, unsur verba dalam suatu untaian kata.

3. Contoh kalimat tunggal : Separuh pesisir Pulau Bangka rusak

Contoh kalimat majemuk : Candi Gedong Songo memiliki sembilan kelompok candi, tetapi sebagian kelompok candi itu sudah hilang.

Contoh kalimat lengkap : Ibu akan memasak mi goreng untuk makan malam

Contoh kalimat tidak lengkap : Kapan berangkat?

Contoh kalimat inversi : Ada kebenaran dalam setiap pernyataan saksi

Contoh kalimat permutasi : Menjual air mineral anak itu. → Anak itu menjual air mineral

4. Kalimat gramatikal berarti kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tata bahasa: kaidah pembentukan bunyi/ortografis, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, dan kaidah penulisan paragraf.

5. (1) Kalimat harus mempunyai subjek dan predikat

Kalimat harus mengandung subjek dan pedikat. Gagasan suatu kalimat hanya bisa dipahami dengan jelas bila tersusun atas unsur subjek dan predikat. Akan tetapi, ketentuan tersebut dapat dilanggar dalam menulis novel, komik, dongeng, dan tulisan berjenis narasi atau deskripsi.

(2) Subjek tidak boleh didahului oleh kata depan

Agar kalimat yang dihasilkan efektif, unsur subjek tidak boleh didahului oleh kata depan. Yang termasuk kata depan, antara lain, adalah di, ke, dari, pada, kepada, dengan, bagi.

(3) Predikat dan objek tidak diselipi kata kain

Kehadiran unsur objek dan pelengkap ditentukan oleh predikat. Bila predikat diisi oleh verba transitif (verba berawalan meng- (dengan berbagai alomorfnya), me-kan, memper-, memperkan- , memper-i), kehadiran objek menjadi wajib. Karena objek menjadi wajib, antara predikat dan objek tidak boleh diselipi oleh kata lain. Objek harus selalu berada di sebelah kanan predikat.

(4) Tidak terdapat subjek ganda pada kalimat tunggal

Agar kalimat dapat dipahami dengan baik oleh pembaca, kalimat tunggal tidak boleh mengandung dua subjek.

(5) Keterangan tambahan terletak di sebelah kanan unsur yang diterangkan

Keterangan tambahan harus terletak langsung di sebelah kanan unsur yang diterangkan.

(6) Predikat tidak boleh didahului oleh yang

Di depan predikat tidak boleh diberi kata yang karena unsur kalimat ini bukan predikat, melainkan keterangan subjek.

(7) Penggunaan konjungsi antarkalimat secara tepat

Konjungsi antrakalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan dua kalimat yang berbeda agar kedua kalimat itu memiliki keterkaitan. Yang termasuk konjungsi antarkalimat adalah dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, karenanya, setelah itu, sebelum itu, akan tetapi, namun, sementara itu, kendati demikian.

(8) Penggunaan konjungsi intrakalimat pada kalimat majemuk secara tepat

Setiap kalimat majemuk, baik kalimat majemuk bertingkat maupun kalimat majemuk setara harus memiliki konjungsi. Dalam struktur majemuk bertingkat, klausa bawahan selalu dilekati oleh konjungsi. Penggunaan koma dilakukan apabila klausa bawahan mendahului klausa utama. Ketiadaan konjungsi kadang berpotensi menghadirkan multitafsir karena pada dasarnya konjungsi hadir untuk menunjukkan relasi makna antarklausa.

Kamis, 04 November 2021

Tugas Dari Materi Kelompok 4 Kata, Istilah, dan Diksi

Nama : Silva Diana Putri (21031143) 

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 4


1. Sebutkan perbedaan antara kata dan istilah

2. Sebutkan urutan prioritas sumber pengambilan istilah kedalam bahasa Indonesia! 

3. Syarat apa sajakah yang harus dipenuhi dalam memilih kosakata bahasa asing untuk dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia? 

4. Sebutkan bahasa mana sajakah yang saat ini masih mungkin memberi masukan kosakatanya kedalam bahasa Indonesia! Jelaskan mengapa demikian

5. Apa yang dimaksudkan dengan keutuhan kata! 


Jawaban

1. Secara umum, menurut sudut pandang fonologi, kata dapat dirumuskan sebagai bentuk lingual yang memiliki urutan fonem yang tetap. Urutan tetap di sini dimaknai ‘tidak berubah’. Artinya, fonem-fonem yang menjadi unsur pembentuk kata itu tidak dapat diubah urutannya, baik melalui pengubahan posisi setiap atau sebagian fonem dalam kata maupun dengan penambahan, pengurangan, dan penyisipan satu fonem pada kata tersebut.

Sedangkan istilah dapat diartikan sebagai kata atau gabungan kata yang memiliki makna khusus, dan penggunaannya terbatas pada ranah kegiatan atau bidang keilmuan tertentu. Dari segi makna, istilah itu sifatnya monosemantis. Artinya, dia hanya memiliki satu makna, tidak ganda atau polisemi.

2. - Bahasa Indonesia/Melayu,

    - Bahasa-bahasa daerah serumpun, dan

    - Bahasa asing

3. (1)  Kata yang dipilih adalah yang memberi kemudahan dalam pengalihan antarbahasa

(3) Kata yang dipilih adalah yang lebih cocok daripada sinonimnya dalam bahasa 

(4) Kata asing yang dipilih adalah yang lebih ringkas daripada istilahnya dalam bahasa 

Indonesia

(5) Kata asing itu memudahkan kesepakatan untuk diterima karena banyaknya istilah bahasa Indonesianya untuk konsep yang sama.

4. • Bahasa Arab, dari ketiga bahasa tersebut, adalah yang terbanyak memberikan masukan kosakata. Hal ini terkait dengan kehadiran kitab suci berbahasa Arab yang sering dibaca di kalangan pemeluk agama Islam.

• Bahasa Inggris tercatat sebagai bahasa yang hingga kini masih memberikan masukan berupa kosakata ke dalam bahasa Indonesia. Keberlanjutan demikian tampak terjaga karena kehadiran bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan bahasa yang digunakan dalam banyak literatur ilmu pengetahuan dan teknologi.

• Kehadiran warga Cina yang banyak bergerak di bidang perdagangan di Indonesia membuat sebagian kosakata bahasa Cina tersebut dikenal dan digunakan dalam komunikasi berbahasa Indonesia.

• Adapun dari bahasa Italia, yang banyak masuk ke dalam bahasa Indonesia adalah kosakata yang bertalian dengan dunia seni, seperti musik. Di samping itu terdapat juga, dalam jumlah terbatas, kosakata umum. 

5. Keutuhan kata adalah suatu kata yang memiliki ejaan dan bahasa yang tepat tidak di kurangi atau mengalami perubahan. Seperti ungkapan idiomatik. Konstruksi ungkapan idiomatik yang terdiri dari lebih dari sebuah kata, penghilangan atau penggantian unsur tidak dapat dilakukan terhadapnya. Bentuk ungkapan idiomatik merupakan kesatuan utuh dari unsur-unsurnya, berupa kata. Jika salah satunya diganti atau dihilangkan akan berakibat pada rusaknya keutuhan ungkapan idiomatik itu. Hal demikian membuat tidak dapat dibenarkannya penghilangan atau pengurangan unsur konstruksi ungkapan idiomatik, walau dengan alasan demi penghematan penggunaan kata. Konstruksi ungkapan idiomatik merupakan rangkaian sejumlah kata (bisa dua, tiga, …). Keutuhan konstruksi, yang terdiri dari sejumlah kata tersebut, menunjukkan sekaligus akan baiknya kemapuan memilih bentuk ungkapan yang akan digunakan (diksi) dalam berkomunikasi.


Minggu, 31 Oktober 2021

Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 3 Ejaan Yang Disempurnakan

Nama : Silva Diana Putri (21031143)

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 3


1. Sebutkan pemakaian tanda baca titik (.)!

2. Jelaskan perbedaan penggunaan titik koma (;) dan titik dua (:) !

3. Rangkaian temuan ini─evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom─telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Jelaskan salah satu kegunaan pemakaian tanda baca pisah berdasarkan contoh diatas !

4. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Sebutkan dan jelaskan !

5. Berikan contoh unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasI Indonesia tidak perlu lagi diubah!


Jawaban

1. a)Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

b) Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

c) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.

d) Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidab berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.

e) Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

2. Tanda titik koma (;) dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara, mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata, dan Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.

Untuk tanda titik dua (:) dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian, dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian, dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan, dan dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

3. Kegunaannya adalah untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

4. a) Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock, dan de l'homme par l'homme. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing.

b) Unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal itu, diusahakan ejaannya disesuaikan dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga agar bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

5. Adopsi merupakan proses penyerapan kosa kata asing yang memiliki makna yang sama dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah ejaan, pengucapan, dan penulisan sama sekali. Beberapa contoh kata serapan dari bahasa Inggris yang mengalami proses adopsi seperti data, film, golf, internet, dan masih banyak lagi.


Sabtu, 23 Oktober 2021

Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 2 Ejaan Yang Disempurnakan

Nama : Silva Diana Putri

NIM : 21031143

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 2


1. Jelaskan pengertian dan fungsi dari ejaan bahasa Indonesia

2. Sebutkan komponen-komponen ejaan dalam bahasa Indonesia

3. Jelaskan ejaan-ejaan yang pernah berlaku di Indonesia

4. Berapa macam cara yang dapat dilakukan untuk pemenggalan kata pada kata dasar? Sebutkan dan beri contoh

5. Pada hari itu dia pergi ke pantai. baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. angin sepoi sepoi membuat rambutnya berkibas. Saudara saudaranya sangat pandai mendandaninya. Kata seorang penjaga pantai, amboi malaikat dari manakah ini. 

Sebutkan ada berapakah huruf diftong yang terdapat pada paragraf diatas?


Jawaban

1. Ejaan adalah keseluruhan pelambangan bunyi bahasa, penggabungan dan pemisahan kata, penempatan tanda baca dalam tataran satuan bahasa.

Berfungsi sebagai :

• Landasan pembakuan tata bahasa.

• Landasan pembakuan kosakata dan peristilahan.

• Alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia.

2. Ada empat hal pokok yang disajikan dalam Permen tersebut terkait dengan ejaan, yakni

• Pemakaian huruf

• Penulisan kata

• Pemakaian tanda baca, dan

• Penulisan unsur serapan

3. - Ejaan van Ophuijsen

Hal-hal yang menonjol dalam ejaan Berupa (1) huruf j untuk menuliskan kata-kata: jang, pajah, sajang dan (b) huruf oe Untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.

- Ejaan Soewandi

Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah (1) huruf oe diganti dengan u, seperti Pada kata: guru, itu, umur dan (2) kata ulang boleh ditulis dengan angka-2, seperti: Anak2, berjalan2, kebarat2an. 

- Ejaan Melindo

Perkembangan politik selama Tahun-tahun berikutnya antara Indonesia dengan Malaysia mengurungkan peresmian ejaan ini.

- Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagai patokan pemakian Ejaan itu.

4. Lima macam cara, yaitu :

(1) Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

Misalnya:

bu-ah

ma-in

(2) Huruf diftong ai, au, dan oi tidak dipenggal.

 Misalnya:

sau-da-ra

am-boi

 (3) Jika di tengah kata dasar ada huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua buah huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu.

 Misalnya:

ba-pak

la-wan

(4) Jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.

 Misalnya:

Ap-ril

makh-luk

(5) Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

Misalnya:

ul-tra

ben-trok

5. Pada hari itu dia pergi ke pantai. baju yang dia pakai terlihat sangat cantik. angin sepoi sepoi membuat rambutnya berkibas. Saudara saudaranya sangat pandai mendandaninya. Kata seorang penjaga pantai, amboi malaikat dari manakah ini.

Jadi, huruf diftong yang terdapat pada paragraf diatas ada 10.

Jumat, 15 Oktober 2021

Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 1 Hakikat Perkembangan Bahasa Indonesia

Nama : Silva Diana Putri

NIM : 21031143

Prodi : Administrasi Bisnis A

Tugas Kelompok 1


1. Bagaimana proses perkembangan bahasa melayu ke Bahasa Indonesia? Jelaskan!

2. Siapa yang pertama kali mempopulerkan bahasa Indonesia?

3. Apa yang melatar belakangi bahasa melayu ke bahasa Indonesia?

4. Mengapa bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi, dan bukan bahasa melayu?

5. Siapa pelopor terkemuka terkait dengan Pembinaan bahasa dan budaya pada abad ke-19?


Jawaban

1. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia sesuai isi Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

2. Bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Mohammad Tabrani Soerjowitjitro

3. Bahasa Indonesia secara historis merupakan varian bahasa melayu yang kini juga digunakan di wilayah yang luas meliputi Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, bagian selatan Thailand, bagian selatan Filipina, dan beberapa tempat di Afrika Selatan.

Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa persatuan di Indonesia pada 28 Oktober 1928 dalam peristiwa yang disebut Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, bahasa melayu yang digunakan di wilayah Indonesia sekarang mulai dinamai Bahasa Indonesia. Namun, secara resmi penyebutan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia baru muncul pada 18 Agustus 1945 ketika konstitusi Indonesia diresmikan.

4. Sebagai bahasa nasional, fungsi bahasa Indonesia di antaranya adalah untuk mempererat hubungan antar suku di Indonesia. Fungsi ini sebelumnya sudah ditegaskan di dalam butir ketiga ikrar Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

5. Perkembangannya dipelopori oleh Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, Sementara di Hindia-Belanda atau Indonesia oleh Raja Ali Haji.

Review Perilaku Organisasi - Silva Diana Putri

  Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan Silva Diana Putri (21031143) Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata...