Nama : Silva Diana Putri (21031143)
Prodi : Administrasi Bisnis A
Tugas Kelompok 5
1. Jelaskan bagaimana sebuah pernyataan dapat disebut sebagai kalimat?
2. Jika sebuah pernyataan tidak mengandung predikat, apakah bisa disebut kalimat? Jelaskan!
3. Kalimat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat inversi dan kalimat permutasi. Buatlah masing-masing satu contoh kalimat dari jenis-jenis kalimat tersebut!
4. Salah satu syarat kalimat efektif yaitu harus gramatikal. Apa yang dimaksud gramatikal disini? Jelaskan!
5. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang terkait dengan gramatikal!
Jawab
1. Sebuah pernyataan (lisan atau tulis) dapat dikategorikan sebagai kalimat bila memiliki dua persyaratan pokok. Persyaratan pokok tersebut adalah unsur predikat dan permutasi atau perubahan urutan unsur kalimat. Setiap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat. Dengan kata lain, jika suatu pernyataan memiliki predikat, pernyataan itu merupakan kalimat.
2. Jika suatu pernyataan yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Predikat suatu kalimat dapat diidentifikasi dengan cara mengamati, misalnya, unsur verba dalam suatu untaian kata.
3. Contoh kalimat tunggal : Separuh pesisir Pulau Bangka rusak
Contoh kalimat majemuk : Candi Gedong Songo memiliki sembilan kelompok candi, tetapi sebagian kelompok candi itu sudah hilang.
Contoh kalimat lengkap : Ibu akan memasak mi goreng untuk makan malam
Contoh kalimat tidak lengkap : Kapan berangkat?
Contoh kalimat inversi : Ada kebenaran dalam setiap pernyataan saksi
Contoh kalimat permutasi : Menjual air mineral anak itu. → Anak itu menjual air mineral
4. Kalimat gramatikal berarti kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tata bahasa: kaidah pembentukan bunyi/ortografis, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, dan kaidah penulisan paragraf.
5. (1) Kalimat harus mempunyai subjek dan predikat
Kalimat harus mengandung subjek dan pedikat. Gagasan suatu kalimat hanya bisa dipahami dengan jelas bila tersusun atas unsur subjek dan predikat. Akan tetapi, ketentuan tersebut dapat dilanggar dalam menulis novel, komik, dongeng, dan tulisan berjenis narasi atau deskripsi.
(2) Subjek tidak boleh didahului oleh kata depan
Agar kalimat yang dihasilkan efektif, unsur subjek tidak boleh didahului oleh kata depan. Yang termasuk kata depan, antara lain, adalah di, ke, dari, pada, kepada, dengan, bagi.
(3) Predikat dan objek tidak diselipi kata kain
Kehadiran unsur objek dan pelengkap ditentukan oleh predikat. Bila predikat diisi oleh verba transitif (verba berawalan meng- (dengan berbagai alomorfnya), me-kan, memper-, memperkan- , memper-i), kehadiran objek menjadi wajib. Karena objek menjadi wajib, antara predikat dan objek tidak boleh diselipi oleh kata lain. Objek harus selalu berada di sebelah kanan predikat.
(4) Tidak terdapat subjek ganda pada kalimat tunggal
Agar kalimat dapat dipahami dengan baik oleh pembaca, kalimat tunggal tidak boleh mengandung dua subjek.
(5) Keterangan tambahan terletak di sebelah kanan unsur yang diterangkan
Keterangan tambahan harus terletak langsung di sebelah kanan unsur yang diterangkan.
(6) Predikat tidak boleh didahului oleh yang
Di depan predikat tidak boleh diberi kata yang karena unsur kalimat ini bukan predikat, melainkan keterangan subjek.
(7) Penggunaan konjungsi antarkalimat secara tepat
Konjungsi antrakalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan dua kalimat yang berbeda agar kedua kalimat itu memiliki keterkaitan. Yang termasuk konjungsi antarkalimat adalah dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, karenanya, setelah itu, sebelum itu, akan tetapi, namun, sementara itu, kendati demikian.
(8) Penggunaan konjungsi intrakalimat pada kalimat majemuk secara tepat
Setiap kalimat majemuk, baik kalimat majemuk bertingkat maupun kalimat majemuk setara harus memiliki konjungsi. Dalam struktur majemuk bertingkat, klausa bawahan selalu dilekati oleh konjungsi. Penggunaan koma dilakukan apabila klausa bawahan mendahului klausa utama. Ketiadaan konjungsi kadang berpotensi menghadirkan multitafsir karena pada dasarnya konjungsi hadir untuk menunjukkan relasi makna antarklausa.
