Sabtu, 25 Desember 2021
Tugas Dari Materi Kelompok 10 Tulisan Ilmiah
Kamis, 16 Desember 2021
Tugas Dari Materi Kelompok 9 Perencanaan Tulisan
Nama : Silva Diana Putri
NIM : 21031143
Prodi : Administrasi Bisnis A
Tugas Kelompok 9
1. Apa saja hal-hal yang harus dipertimbangkan dengan baik dalam memilih topik? Jelaskan!
2. Sebutkan syarat apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat judul!
3. Akhadiah dkk. (1991:15) menyatakan bahwa tesis yang baik harus memenuhi tujuh persyaratan yang lain. Apa saja persyaratan tersebut?
4. Sebutkan pengertian dari kerangka kalimat dan kerangka topik!
5. Apa perbedaan antara topik dan judul?
Jawaban
1. Di dalam memilih topik tulisan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dengan baik.
1.) Topik harus bermanfaat dan layak.
Dalam hal ini, bermanfaat berarti bahwa pembahasan topik itu akan memberi sumbangan bagi pengembangan ilmu dan profesi tertentu. Layak berarti bahwa topik itu memang memerlukan pembahasan dan sesuai dengan bidang yang ditekuni, misalnya, pelestarian sumber daya perairan, angkutan laut, dan pemakaian pupuk buatan.
2.) Topik harus menarik perhatian penulis.
Topik yang demikian dapat memotivasi penulis agar berusaha secara terus-menerus mencari data yang berguna dalam memecahkan masalah yang dihadapi dan juga memotivasi penulis menyelesaikan penulisan tulisannya secara baik.
3.) Topik harus dikenal oleh penulis.
Ini berarti bahwa topik yang dipilih haruslah topik yang dikuasai atau diketahui oleh penulis sendiri. Berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha mencari data-data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam.”
4.) Bahan yang diperlukan untuk pembicaraan topik itu dapat diperoleh dan cukup memadai.
Artinya, sumber-sumber bahan yang relevan dan memadai dapat diperoleh, baik dari perpustakaan pribadi penulis maupun dari perpustakaan yang ada di daerah atau di kota penulis.
5.) Topik tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.
Topik yang terlalu luas, seperti, laut, pendidikan, dan pelayaran tidak memberikan kesempatan kepada penulis untuk membahasnya secara mendalam.
2. Syarat membuat judul
1.) Judul tulisan harus sesuai dengan tema dan isi tulisan beserta jangkauannya. Ini berarti bahwa judul harus menunjukkan pertaliannya dengan tema atau beberapa bagian penting dari tema.
2.) Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa benda, bukan dalam bentuk kalimat. Karena itu, judul “Kerang Mutiara di Maluku Selatan Perlu Dibudidayakan,” dinilai tidak tepat, sebaiknya “Pembudidayaan Kerang Mutiara di Maluku Selatan.”
3.) Judul tulisan harus diupayakan sesingkat mungkin. Misalnya, “Cara untuk membudidayakan Kekayaan Laut Berupa Kerang Mutiara di Maluku Selatan,” dapat disingkat menjadi “Pembudidayaan Kerang Mutiara di Maluku Selatan.” Contoh lain, “Cara yang Dilakukan dalam Menangani dan Mencegah Klaim pada PT Djakarta Lloyd Cabang Medan-Belawan” dapat disingkat menjadi “Penanganan dan Pencegahan Klaim pada PT Djakarta Lloyd Cabang Medan-Belawan.”
4.) Judul tulisan harus dinyatakan secara jelas. Artinya, judul itu menyatakan makna lugas atau polos. Ini berarti bahwa judul tidak menyatakan makna kias atau tidak mendukung makna ganda. Misalnya, judul “Menjelajahi Neraka Dunia” tidak boleh digunakan dalam tulisan formal.
3. Persyaratan itu dinyatakan di bawah ini.
1) Tesis harus dinyatakan dalam kalimat lengkap; tidak boleh dinyatakan dalam bentuk kelompok kata.
Benar : Fungsi teori ialah menjelaskan, meramalkan, dan mengendalikan.
Salah : Teori sebagai penjelas, peramal, dan pengendali.
2) Tesis harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan; tidak boleh dalam bentuk kalimat pertanyaan.
Benar : Jika dibandingkan dengan luas perairan Indonesia, masih sangat sedikit orang Indonesia yang mencari nafkah di laut.
Salah : Berapa jumlah nelayan Indonesia ?
3) Bagian-bagian tesis harus saling berhubungan; tesis tidak boleh mengandung unsur-unsur yang tidak berkaitan.
Benar : Salah satu fungsi teori ialah mengendalikan, yaitu mencegah atau mengusahakan terjadinya sesuatu.
Salah : Salah satu fungsi teori ialah mengendalikan; beberapa teori berasal dari zaman dahulu.
4) Tesis harus terbatas; tidak boleh terlalu luas.
Benar : Di dasar lautan Indonesia banyak terdapat barang tambang yang belum dimanfaatkan.
Salah : Indonesia negeri yang kaya.
5) Tesis tidak boleh mengandung ungkapan seperti “menurut pendapat saya”, “saya duga”, dan “saya kira” karena akan melemahkan argumentasi.
Benar : Bahasa adalah alat sosialisasi yang mengubah manusia biologis menjadi manusia sosial.
Salah : Menurut pendapat saya, bahasa adalah alat sosialisasi yang mengubah manusia biologis menjadi manusia sosial.
6) Tesis tidak boleh dinyatakan dengan bahasa yang tidak jelas.
Benar : Anak yang terlalu pintar sering kali tidak memperhatikan pelajaran karena apa yang dijelaskan guru sudah dikuasainya.
Salah : Anak yang sangat pandai sering kali menimbulkan kesulitan.
7) Tesis tidak boleh dinyatakan dengan kata kiasan.
Benar : Kebakaran hutan memperkecil populasi satwa liar.
Salah : Jago merah yang mengamuk di hutan melahap satwa liar
4. Kerangka kalimat mempergunakan kalimat berita yang lengkap untuk merumuskan topik-topik bawahan menurut tingkatnya masing-masing. Lalu, kerangka topik dibuat dengan mempergunakan kata atau frasa.
5. Topik tidak sama dengan judul. topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang digarap, sedangkan judul adalah nama, titel, atau semacam label untuk suatu tulisan. Pernyataan topik mungkin saja sama dengan judul, tetapi mungkin juga tidak. Dalam tulisan fiktif (rekaan) seringkali judul tulisan tidak menunjukkan topik.
Rabu, 15 Desember 2021
Tugas Dari Materi Kelompok 8 Narasi, Deskriptif, dan Syarat Tulisan Yang Baik
Nama : Silva Diana Putri
NIM : 21031143
Prodi : Administrasi Bisnis A
Tugas Kelompok 8
1. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur yang diperlukan untuk melengkapi narasi?
2. Jelaskan satu persatu ciri-ciri tulisan deskripsi?
3. Sebutkan dan jelaskan urutan susunan paragraf yang biasa digunakan untuk mengembangkan tulisan?
4. Jelaskan ciri-ciri tulisan narasi?
5. Sebutkan dan jelaskan satu persatu contoh tulisan deskripsi?
Jawaban
1. Unsur-unsur yang diperlukan untuk melengkapi narasi adalah elemen motif, konflik, tema, amanat, gaya bahasa, sudut penceritaan, alur, dan sebagainya.
2. Ciri-Ciri Tulisan Deskripsi:
• Tulisan deskripsi menggambarkan atau melukiskan objek atau peristiwa tertentu;
• Tulisan deskripsi bertujuan untuk menciptakan kesan pada pembaca seolah-olah mereka sendiri mengalami, menyaksikan, dan atau mendengarkan objek atau peristiwa yang dilukiskan atau digambarkan oleh penulis;
• Tulisan deskripsi bersifat objektif karena penulis menggambarkan sesuatu yang dideskripsikan sebagaimana adanya objek dan atau peristiwa itu;
• Tulisan deskripsi tampil dalam salah satu dari dua bentuk: sebagaimana adanya objek atau peristiwa yang dideskripsikan atau sesuai dengan kesan yang dialami oleh penulis ketika melihat dan atau mendengarkan objek atau peristiwa itu.
3. Urutan susunan paragraf yang biasa digunakan untuk mengembangkan tulisan meliputi
(1) urutan kronologis, (2) urutan ruang, (3) urutan induktif, (4) urutan deduktif, (5) urutan pertanyaan - jawaban, (6) urutan sebab - akibat/akibat sebab (kausal), (7) urutan pernyataan - alasan, (8) urutan kecaraan, (9) urutan kondisional, (10) urutan akumulatif, (11) urutan antiklimaks/klimaks, (12) urutan familiariatas, dan (13) urutan kompleksitas.
4. Ciri-Ciri Tulisan Narasi :
(1) Tulisan narasi berisi rangkaian peristiwa yang membentuk keutuhan cerita;
(2) Tulisan narasi memiliki pelaku yang melaksanakan tindakan-tindakan sehingga terjadilah peristiwa;
(3) Tulisan narasi menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu kejadiannya;
(4) Tulisan narasi dilengkapi dengan motif, latar (tempat, suasana, dan atau sosial), konflik, tema, amanat, sudut pandang, gaya bahasa khas, dan unsur-unsur lain yang menghidupkan cerita;
(5) Tulisan narasi menyajikan rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir, tetapi urutannya tak harus disajikan secara lurus, boleh dengan sorot balik, melingkar, dan sebagainya sesuai dengan keperluan cerita dan kemahiran penulisnya;
(6) Tulisan narasi ada yang bersifat nonfiktif (materinya berasal dari peristiwa yang sesungguhnya) dan ada pula yang fiktif (materinya berasal dari imajinasi penulisnya dan tak ada hubungannya dengan peristiwa nyata, kalau berhubungan pun hanyalah kebetulan belaka).
5. Contoh tulisan deskripsi
Harimau
Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar” itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemas-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam. Gigi taringnya kuat dan tajam untuk mengoyak daging.
Kakinya berjumlah empat dengan cakar yang kuat untuk menerkam mangsanya. Harimau mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Harimau dapat hidup di hutan, padang rumput, dan daerah payau atau hutan bakau. Di Indonesia harimau dapat ditemukan di hutan dan hutan bakau di Pulau Sumatera dan Jawa.
Rabu, 08 Desember 2021
Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 7 Jenis-jenis Tulisan
Nama : Silva Diana Putri
NIM : 21031143
Prodi : Administrasi Bisnis A
Tugas Kelompok 7
1. Sebutkan jenis-jenis tulisan berdasarkan isinya!
2. Sebutkan ciri-ciri tulisan eksposisi!
3. Untuk menjadi penulis argumentasi yang baik, seorang penulis harus memenuhi dua syarat, sebutkan dua syarat tersebut!
4. Sebutkan persamaan dan perbedaan tulisan eksposisi dan argumentasi!
5. Di dalam komunikasi modern, kemahiran menulis sangat penting keberadaannya. Mengapa?
Jawaban
1. Berdasarkan isinya, tulisan (atau biasa juga disebut karangan) dapat dibedakan atas lima jenis. Yaitu Eksposisi atau ekspositori, argumentasi, persuasi, deskripsi, dan narasi. Berikut ini diperikan kelima jenis tulisan itu.
2. Ciri-ciri tulisan eksposisi/ekspositori :
(1) Tulisan eksposisi menguraikan fakta atau sesuatu yang benar-benar terjadi;
(2) fakta disajikan atau diuraikan seinformatif mungkin sehingga pembaca dapat mengetahui dan memahaminya dengan sejelas-jelasnya;
(3) Analisis dan penafsiran terhadap fakta yang diuraikan benar-benar objektif, bukan fakta yang dibuat-buat oleh penulis;
(4) Tulisan eksposisi tak berupaya untuk memengaruhi pembaca atau menggiring pembaca kepada pendapat dan sikap yang diyakini oleh penulis;
(5) Tulisan eksposisi menguraikan suatu peristiwa atau proses kerja sesuatu yang dibahas di dalam tulisan itu;
(6) Tulisan eksposisi dapat dilengkapi dengan data statistik, peta, bagan, grafik, gambar, dan lain untuk memperjelas topik yang dibahas;
(7) Penutup eksposisi biasanya berupa penegasan terhadap topik yang diuraikan.
3. Dua syarat ntuk menjadi penulis argumentasi yang baik
(1) Penulis mengetahui benar topik yang dibicarakannya karena kekuatan jenis tulisan ini pertama-tama bergantung kepada fakta-fakta, informasi, dan jalan pikiran yang menghubungkan fakta-fakta itu.
(2) Penulis bersedia mempertimbangkan pendapat-pendapat yang bertentangan dengan pendapatnya sendiri sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan.
4. Perbedaan dan persamaan tulisan eksposisi dan argumentasi.
Persamaan
(1) Eksposisi dan argumentasi sama-sama bersifat menjelaskan pendapat, gagasan, dan keyakinan.
(2) Eksposisi dan argumentasi sama-sama bersifat menjelaskan analisis dan sintesis pada waktu membahas topik yang dikemukakan.
(3) Eksposisi dan argumentasi sama-sama menggali dari sumber yang sama, yaitu dari pengamatan atau penelitian, pengalaman, dan atau sikap.
(4) Eksposisi dan argumentasi sama-sama memerlukan fakta yang diperjelas dengan angka-angka, grafik, peta, statistik, gambar, dan sebagainya.
Perbedaan
(1) Tujuan eksposisi adalah menerangkan dan menjelaskan supaya pembaca benar-benar memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya, sedangkan tujuan argumentasi adalah memengaruhi pembaca supaya pembaca akhirnya berpihak kepada pendapat, keyakinan, dan atau sikap penulis.
(2) Peta, grafik, statistik, dan lain-lain dipergunakan dalam eksposisi untuk menjelaskan topik, sedangkan dalam argumentasi dipergunakan untuk membuktikan bahwa topik itu benar.
(3) Penutup dalam eksposisi berfungsi menegaskan materi yang diuraikan sebelumnya, sedangkan penutup dalam argumentasi berfungsi menyimpulkan hal-hal yang telah diuraikan sebelumnya.
5. Dengan kemahiran menulis, semua pikiran, gagasan, pendapat, sikap, dan temuan ilmiah dalam pelbagai bidang ilmu dapat dikomunikasikan secara tertulis sehingga mampu menjangkau khalayak yang jauh lebih banyak jumlahnya dalam waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan jika kesemuanya itu dikomunikasikan secara lisan.
Jumat, 12 November 2021
Tugas Dari Materi Kelompok 5 Kalimat
Nama : Silva Diana Putri (21031143)
Prodi : Administrasi Bisnis A
Tugas Kelompok 5
1. Jelaskan bagaimana sebuah pernyataan dapat disebut sebagai kalimat?
2. Jika sebuah pernyataan tidak mengandung predikat, apakah bisa disebut kalimat? Jelaskan!
3. Kalimat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat inversi dan kalimat permutasi. Buatlah masing-masing satu contoh kalimat dari jenis-jenis kalimat tersebut!
4. Salah satu syarat kalimat efektif yaitu harus gramatikal. Apa yang dimaksud gramatikal disini? Jelaskan!
5. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang terkait dengan gramatikal!
Jawab
1. Sebuah pernyataan (lisan atau tulis) dapat dikategorikan sebagai kalimat bila memiliki dua persyaratan pokok. Persyaratan pokok tersebut adalah unsur predikat dan permutasi atau perubahan urutan unsur kalimat. Setiap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat. Dengan kata lain, jika suatu pernyataan memiliki predikat, pernyataan itu merupakan kalimat.
2. Jika suatu pernyataan yang tidak memiliki predikat disebut frasa. Predikat suatu kalimat dapat diidentifikasi dengan cara mengamati, misalnya, unsur verba dalam suatu untaian kata.
3. Contoh kalimat tunggal : Separuh pesisir Pulau Bangka rusak
Contoh kalimat majemuk : Candi Gedong Songo memiliki sembilan kelompok candi, tetapi sebagian kelompok candi itu sudah hilang.
Contoh kalimat lengkap : Ibu akan memasak mi goreng untuk makan malam
Contoh kalimat tidak lengkap : Kapan berangkat?
Contoh kalimat inversi : Ada kebenaran dalam setiap pernyataan saksi
Contoh kalimat permutasi : Menjual air mineral anak itu. → Anak itu menjual air mineral
4. Kalimat gramatikal berarti kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tata bahasa: kaidah pembentukan bunyi/ortografis, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, dan kaidah penulisan paragraf.
5. (1) Kalimat harus mempunyai subjek dan predikat
Kalimat harus mengandung subjek dan pedikat. Gagasan suatu kalimat hanya bisa dipahami dengan jelas bila tersusun atas unsur subjek dan predikat. Akan tetapi, ketentuan tersebut dapat dilanggar dalam menulis novel, komik, dongeng, dan tulisan berjenis narasi atau deskripsi.
(2) Subjek tidak boleh didahului oleh kata depan
Agar kalimat yang dihasilkan efektif, unsur subjek tidak boleh didahului oleh kata depan. Yang termasuk kata depan, antara lain, adalah di, ke, dari, pada, kepada, dengan, bagi.
(3) Predikat dan objek tidak diselipi kata kain
Kehadiran unsur objek dan pelengkap ditentukan oleh predikat. Bila predikat diisi oleh verba transitif (verba berawalan meng- (dengan berbagai alomorfnya), me-kan, memper-, memperkan- , memper-i), kehadiran objek menjadi wajib. Karena objek menjadi wajib, antara predikat dan objek tidak boleh diselipi oleh kata lain. Objek harus selalu berada di sebelah kanan predikat.
(4) Tidak terdapat subjek ganda pada kalimat tunggal
Agar kalimat dapat dipahami dengan baik oleh pembaca, kalimat tunggal tidak boleh mengandung dua subjek.
(5) Keterangan tambahan terletak di sebelah kanan unsur yang diterangkan
Keterangan tambahan harus terletak langsung di sebelah kanan unsur yang diterangkan.
(6) Predikat tidak boleh didahului oleh yang
Di depan predikat tidak boleh diberi kata yang karena unsur kalimat ini bukan predikat, melainkan keterangan subjek.
(7) Penggunaan konjungsi antarkalimat secara tepat
Konjungsi antrakalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan dua kalimat yang berbeda agar kedua kalimat itu memiliki keterkaitan. Yang termasuk konjungsi antarkalimat adalah dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, karenanya, setelah itu, sebelum itu, akan tetapi, namun, sementara itu, kendati demikian.
(8) Penggunaan konjungsi intrakalimat pada kalimat majemuk secara tepat
Setiap kalimat majemuk, baik kalimat majemuk bertingkat maupun kalimat majemuk setara harus memiliki konjungsi. Dalam struktur majemuk bertingkat, klausa bawahan selalu dilekati oleh konjungsi. Penggunaan koma dilakukan apabila klausa bawahan mendahului klausa utama. Ketiadaan konjungsi kadang berpotensi menghadirkan multitafsir karena pada dasarnya konjungsi hadir untuk menunjukkan relasi makna antarklausa.
Kamis, 04 November 2021
Tugas Dari Materi Kelompok 4 Kata, Istilah, dan Diksi
Nama : Silva Diana Putri (21031143)
Prodi : Administrasi Bisnis A
Tugas Kelompok 4
1. Sebutkan perbedaan antara kata dan istilah
2. Sebutkan urutan prioritas sumber pengambilan istilah kedalam bahasa Indonesia!
3. Syarat apa sajakah yang harus dipenuhi dalam memilih kosakata bahasa asing untuk dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia?
4. Sebutkan bahasa mana sajakah yang saat ini masih mungkin memberi masukan kosakatanya kedalam bahasa Indonesia! Jelaskan mengapa demikian
5. Apa yang dimaksudkan dengan keutuhan kata!
Jawaban
1. Secara umum, menurut sudut pandang fonologi, kata dapat dirumuskan sebagai bentuk lingual yang memiliki urutan fonem yang tetap. Urutan tetap di sini dimaknai ‘tidak berubah’. Artinya, fonem-fonem yang menjadi unsur pembentuk kata itu tidak dapat diubah urutannya, baik melalui pengubahan posisi setiap atau sebagian fonem dalam kata maupun dengan penambahan, pengurangan, dan penyisipan satu fonem pada kata tersebut.
Sedangkan istilah dapat diartikan sebagai kata atau gabungan kata yang memiliki makna khusus, dan penggunaannya terbatas pada ranah kegiatan atau bidang keilmuan tertentu. Dari segi makna, istilah itu sifatnya monosemantis. Artinya, dia hanya memiliki satu makna, tidak ganda atau polisemi.
2. - Bahasa Indonesia/Melayu,
- Bahasa-bahasa daerah serumpun, dan
- Bahasa asing
3. (1) Kata yang dipilih adalah yang memberi kemudahan dalam pengalihan antarbahasa
(3) Kata yang dipilih adalah yang lebih cocok daripada sinonimnya dalam bahasa
(4) Kata asing yang dipilih adalah yang lebih ringkas daripada istilahnya dalam bahasa
Indonesia
(5) Kata asing itu memudahkan kesepakatan untuk diterima karena banyaknya istilah bahasa Indonesianya untuk konsep yang sama.
4. • Bahasa Arab, dari ketiga bahasa tersebut, adalah yang terbanyak memberikan masukan kosakata. Hal ini terkait dengan kehadiran kitab suci berbahasa Arab yang sering dibaca di kalangan pemeluk agama Islam.
• Bahasa Inggris tercatat sebagai bahasa yang hingga kini masih memberikan masukan berupa kosakata ke dalam bahasa Indonesia. Keberlanjutan demikian tampak terjaga karena kehadiran bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan bahasa yang digunakan dalam banyak literatur ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Kehadiran warga Cina yang banyak bergerak di bidang perdagangan di Indonesia membuat sebagian kosakata bahasa Cina tersebut dikenal dan digunakan dalam komunikasi berbahasa Indonesia.
• Adapun dari bahasa Italia, yang banyak masuk ke dalam bahasa Indonesia adalah kosakata yang bertalian dengan dunia seni, seperti musik. Di samping itu terdapat juga, dalam jumlah terbatas, kosakata umum.
5. Keutuhan kata adalah suatu kata yang memiliki ejaan dan bahasa yang tepat tidak di kurangi atau mengalami perubahan. Seperti ungkapan idiomatik. Konstruksi ungkapan idiomatik yang terdiri dari lebih dari sebuah kata, penghilangan atau penggantian unsur tidak dapat dilakukan terhadapnya. Bentuk ungkapan idiomatik merupakan kesatuan utuh dari unsur-unsurnya, berupa kata. Jika salah satunya diganti atau dihilangkan akan berakibat pada rusaknya keutuhan ungkapan idiomatik itu. Hal demikian membuat tidak dapat dibenarkannya penghilangan atau pengurangan unsur konstruksi ungkapan idiomatik, walau dengan alasan demi penghematan penggunaan kata. Konstruksi ungkapan idiomatik merupakan rangkaian sejumlah kata (bisa dua, tiga, …). Keutuhan konstruksi, yang terdiri dari sejumlah kata tersebut, menunjukkan sekaligus akan baiknya kemapuan memilih bentuk ungkapan yang akan digunakan (diksi) dalam berkomunikasi.
Minggu, 31 Oktober 2021
Tugas Dari Materi Presentasi Kelompok 3 Ejaan Yang Disempurnakan
Nama : Silva Diana Putri (21031143)
Prodi : Administrasi Bisnis A
Tugas Kelompok 3
1. Sebutkan pemakaian tanda baca titik (.)!
2. Jelaskan perbedaan penggunaan titik koma (;) dan titik dua (:) !
3. Rangkaian temuan ini─evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom─telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Jelaskan salah satu kegunaan pemakaian tanda baca pisah berdasarkan contoh diatas !
4. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Sebutkan dan jelaskan !
5. Berikan contoh unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasI Indonesia tidak perlu lagi diubah!
Jawaban
1. a)Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
b) Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
c) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
d) Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidab berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.
e) Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
2. Tanda titik koma (;) dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara, mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata, dan Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.
Untuk tanda titik dua (:) dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian, dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian, dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan, dan dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
3. Kegunaannya adalah untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
4. a) Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock, dan de l'homme par l'homme. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing.
b) Unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal itu, diusahakan ejaannya disesuaikan dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga agar bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
5. Adopsi merupakan proses penyerapan kosa kata asing yang memiliki makna yang sama dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah ejaan, pengucapan, dan penulisan sama sekali. Beberapa contoh kata serapan dari bahasa Inggris yang mengalami proses adopsi seperti data, film, golf, internet, dan masih banyak lagi.
Review Perilaku Organisasi - Silva Diana Putri
Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan Silva Diana Putri (21031143) Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata...
-
Persepsi dan Individu Pengambilan Keputusan Silva Diana Putri (21031143) Program Studi Administrasi Bisnis Institut Manajemen Wiyata...
-
Nama : Silva Diana Putri NIM : 21031143 Prodi : Administrasi Bisnis A Tugas Kelompok 1 1. Bagaimana proses perkembangan bahasa melayu ke Bah...
-
Microsoft Access A. Pengertian Microsoft Access Microsoft Access adalah program aplikasi yang berbasis data komputer relasional yan...